Menyulap 4G Seramai Demam Batu Akik
- Halomoney
"Jumlah ini turun dari periode yang sama tahun lalu yang masih di kisaran 140 juta pengguna," kata dia kepada VoxPop.co.id. Sementara itu, untuk pengguna layanan 4G, pada kuartal I-2016 maupun 2017, masih di bawah 100 juta.
Meskipun begitu, Hartadi mengaku belum mengetahui persis angka pasti para pengguna 4G. "Meningkat atau tidaknya pengguna layanan 4G, salah satunya, tergantung dari penetrasi BTS (base transceiver station) masing-masing operator dan teknologi smartphone yang sudah ada 4G," tutur dia.
Terkait pengguna smartphone 4G, sepanjang Januari-Desember tahun ini, Hartadi memprediksi meningkat hingga 80 persen. Adapun, periode yang sama tahun lalu sudah mencapai 50 persen.
"Nah, sampai dengan semester I-2017, jumlah pengguna smartphone 4G mencapai 65-70 persen," paparnya. Nonot memperkirakan pasar layanan 2G akan migrasi ke 3G atau 4G membutuhkan waktu hingga lima tahun.
Selanjutnya, Hape Jadul Teknologi 4G
Hape Jadul Teknologi 4G
Untuk memuluskan proses migrasi pengguna 2G menuju 4G, maka perlu diperhatikan ketersediaan ponsel 4G yang murah. Idealnya, harga ponsel 4G agar bisa diterima pasar menengah bawah berkisar US$250 (Rp3,33 juta).
Karena, daya beli rata-rata pengguna 2G yang kebanyakan dari kelas menengah bawah hanya maksimal mampu membeli ponsel seharga US$125 (Rp1,66 juta). Nonot menegaskan, ponsel 4G murah di Indonesia bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Karena saat ini, beberapa vendor dan pabrikan ponsel telah mulai memproduksi ponsel 4G murah dengan kisaran harga Rp500 ribu. Senada dengan Nonot, Hartadi mengungkapkan bahwa pihaknya akan merilis feature phone berkemampuan 4G akhir September mendatang.
Hartadi mengklaim bahwa produknya ini yang pertama di Indonesia yang memakai 4G dan harganya di bawah Rp500 ribu. Feature phone yaitu jenis ponsel lama (jadul) yang layarnya masih memakai keypad yang fungsi pakainya hanya bisa telepon dan SMS.
"Kalau mau disejajarkan, ya, mirip Nokia 3310. Smartphone kan sudah touch screen. Tapi saya jelaskan di sini, untuk kualitas kita tidak turun," jelas Hartadi. (art)
