'Bisnis Busana Muslimah Itu Menyenangkan'
- instagram Indra Bruggman
Karena keluarga saya keluarga hijabers. Ibu saya memakai hijab walaupun bukan hijab syar’i. Tapi kayak adik dan kakak pakai pakaian syar’i, jadi mungkin inspirasinya dari situ.
Model-model pakaian syar'i apa saja yang Anda tawarkan?
Model pakaian syar'i yang dijual umumnya baju dan khimar (kerudung yang lebar), jualnya satu set. Warna selera yang membelinya.
Termasuk burka?
Untuk sementara ini belum produksi burka atau cadar. Tapi mungkin ke depan kami enggak tahu seperti apa. Kalau memang banyak permintaan pasar, soal item itu akan kami sediakan.
Sudah buka cabang di mana saja?
Toko cuma satu. Tapi kalau reseller hampir ada di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Bahkan sampai Singapura, Brunei, Malaysia, Hong Kong juga ada reseller di sana. Kalau di Eropa dan Amerika juga ada beberapa yang kami kirim, tapi lebih banyak ke negara-negara Asia. Sebagian mereka tahu kalau saya aktor di Indonesia, sebagian lagi enggak tahu, hehe.
Sejumlah artis juga membuka usaha yang sama. Bagaimana Anda melihatnya?
Kalau sekarang banyak artis yang terjun di bidang yang sama, ya bagus juga. Itu artinya kami lebih bisa termotivasi lagi untuk bikin karya yang bagus, persaingan juga semakin ketat. Bisa semakin seru dan terpicu untuk bisa mengembangkan bisnis ini.
Apa kendala selama merintis bisnis pakaian muslimah ini. Masalah modal misalnya?
Kalau dari awal modal itu tergantung, mau berapa pun bisa jalan, yang penting bukan seberapa besar modal usahanya. Tapi seberapa kuat mau berusaha dan maju.
Apakah Anda berniat untuk menggandeng investor untuk bekerja sama?
Kalau bekerja sama dengan orang itu bukan sesuatu yang mudah. Kadang saya tipikal yang takut bekerja sama dengan orang lain, karena takut ada masalah ke depannya. Saya punya prinsip, kalau saya bisa handle sendiri, kenapa tidak. Selama saya masih bisa. Modal sendiri, untung juga dirasakan sendiri.
Apakah sekarang sudah balik modal?
Ya, Alhamdulillah kalau soal balik modal dari tahun pertama sudah balik modal. Sekarang saya tinggal menikmati hasilnya saja dan bagaimana mengembangkan lagi lewat ide.
