Di Balik Sukses Penyelenggaraan Haji 2017
- VoxPop.co.id/Eko Priliawito
"Di Arafah-Mina, bus yang digunakan itu sepenuhnya ditentukan oleh Organda (Arab Saudi). Jadi kita tidak bisa memilih bus-bus yang baik. Jadi ini bukan karena excuse, tapi kita sudah memprediksi bahwa pelayanan yang boleh jadi rendah dibanding yang lain itu adalah pelayanan di Arafah," paparnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR yang juga anggota Tim Pengawas Haji, Iskan Qolba Lubis, tak menampik memang ada peningkatan signifikan dalam penyelenggaraan haji 2017. Mulai dari pemondokan, katering hingga layanan transportasi dan mobilisasi jemaah haji diperhitungkan dengan baik.
"Kondisi di Arafah cukup bagus karena tenda-tenda tahun ini diupgrade atau ditingkatkan dengan tenda-tenda lama diganti plus kipas angin dengan AC," kata Iskan ketika dihubungi VoxPop.co.id, Rabu 1 November 2017.
Namun menurut Iskan, masalah besar justru terjadi di Mina, karena ruang yang diberikan kepada jemaah haji terlalu kecil dan tidak nyaman. Penyebabnya kata dia, karena kemah jemaah Indonesia tercampur dengan jemaah haji furoda atau jemaah non kuota. "Berdempetan dan sulit untuk istirahat," ujar Iskan.
Sementara terkait minimnya petugas haji, politikus PKS ini mengatakan hal itu terjadi karena Kemenag menyewa pemondokan yang tidak terkonsentrasi pada satu tempat. "Tapi berserakan, membuat petugas tidak efesien dalam bertugas, dan banyak jemaah kesasar," tegasnya.
![]()
Foto: Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2017 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
