Geng Selebriti, Sekadar Eksis?
- instagram inijedar
Demi mendapatkan foto-foto terbaik, Girls Squad rela membayar fotografer profesional dengan budget sendiri. "Dompet pribadi saja," katanya.
Geng Mom Sweet Mom
Berbeda dari geng Girl Squad yang baru dibentuk belum lama, kelompok Novita Angie, Meisya Siregar, Mona Ratuliu, Ersa Mayori, dan Ria Finola atau Nola ‘B3’ sudah terjalin selama 12 tahun.
Sesuai dengan namanya, mereka adalah sekumpulan ibu-ibu gaul yang selalu menyempatkan diri meluangkan waktu bersama sahabat-sahabat dekat. Tujuannya, untuk saling bertukar pikiran dalam mengasuh anak-anak mereka.
Hingga kini, hubungan mereka masih tetap baik meski semua personelnya disibukkan oleh aktivitas harian mereka masing-masing. Geng Mom Sweet Mom masih sering berkomunikasi dan berkumpul secara intens. Tak jarang mereka juga suka liburan bersama dengan mengajak suami dan anak-anak mereka. Hal ini diketahui karena mereka sering mengunggah kebersamaan di akun Instagram masing-masing.
![]()
“Jadi kita ini kenal dari 20 tahun lalu, dari zaman Gadis Sampul, aku, Echa, Meisha, sama Nola juga kan dulu B3 sering isi acara Gadis, sama Mona juga pernah main sinetron bareng. Mona, Meisha, aku satu sinetron pernah. Tapi dekat dari saat punya anak pertama yaitu sekitar 12 tahun,” kata Novita Angie kepada VoxPop.
Walaupun begitu, Novita Angie mengaku kelompok mereka berlima bukanlah sebuah geng. Nama Mom Sweet Mom digunakan untuk nama website mereka. “Tiga tahun lalu kita memutuskan ‘eh kita tuh banyak cerita loh dari genk kita yang bisa kita sharing dari liburan, yuk kita bikin website’. Tapi memang kita menamakan mom sweet mom itu untuk website kita,” sambungnya.
Kalau geng ‘zaman now’ sering foto-foto cantik di studio, Novita Angie dan sahabat merasa tidak punya waktu untuk itu. Setiap kali bertemu, mereka lebih asyik ngobrol sambil menjaga anak-anak. “Enggak ada tuh, orang kita semua malas dandan. Pengin sih ‘kapan-kapan kita bikin foto yuk? Yuk tapi kapan?’ akhirnya ngumpul di cafe lagi di rumah lagi pakai baju rumah karena pada malas,” selorohnya.
Saat ayahanda meninggal bulan lalu, Angie merasa sangat terbantu dengan kehadiran para sahabat beserta keluarga mereka. Inilah menurutnya yang disebut persahabatan di kala suka dan duka. “Satu yang saya dapat di saat ayah saya meninggal mereka ada di saat suka dan duka. Mereka banyak membantu ngurusin tenda, makan, masjid. Dibantu banget sama keluarga sahabat. Karena kita berteman dalam suka dan duka,” terangnya.
