Doa Kiai Maimun untuk Prabowo, Rocky Gerung dan Farhat Abbas
- Dok. PPP.
VoxPop – Berita terkait salah ucapan doa yang dilontarkan Kiai Maimun Zubair menjadi yang paling banyak mendapat perhatian para pembaca VoxPop pada Sabtu, 2 Februari 2019. Kiai Maimun, yang merupakan ulama kharismatik dan juga Ketua Majelis Syariah Persatuan Pembangunan, malah mendoakan Prabowo, padahal seharusnya untuk Jokowi menjadi presiden.
Video viral itu memperlihatkan Kiai Maimun sedang membaca doa dihadapan Jokowi yang menghadiri acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah pada Jumat, 1 Februari 2019. Doa tersebut jika diartikan adalah meminta kepada Allah agar Prabowo dijadikan pemimpin. Dalam video itu Maimun berdoa sambil membacakan melihat selembar kertas kuning yang dia keluarkan dari sakunya.
Tak hanya Doa Kiai Maimun yang cukup epik, tapi juga berita terkait pemeriksaan kasus Kitab Suci adalah Fiksi yang melibatkan Rocky Gerung. Saat ditanya apakah akan melaporkan balik kedua pelapor yang mengangkat kasus ini ke polisi, Rocky dengan tegas menjawab tidak. Bahkan kedua pelapor itu disebutnya 'orang-orangan'.
Isu lainnya yang menarik dibaca pada hari kemarin adalah soal Buni Yani yang akhirnya resmi ditahan. Kuasa hukum Buni Yani akan melakukan Peninjauan Kembali (PK).
Berikut ini lima berita yang cukup menarik perhatian pembaca, Sabtu kemarin.
![]()
1. Di Depan Jokowi, Kiai Maimun Doakan Prabowo
Sebuah video viral di media sosial lantaran dalam video tersebut ulama kharismatik asal Rembang yang juga Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan, Kiai Maimun Zubair, mendoakan Prabowo Subianto menjadi pemimpin. Menariknya, doa tersebut diucapkan di hadapan Presiden Joko Widodo.
Peristiwa tersebut terjadi saat Jokowi menghadiri acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah pada Jumat, 1 Februari 2019. "Ya Allah, hadza ar rois, hadza rois, Pak Prabowo ij'al ya ilahana," kata Maimun dalam rekaman video tersebut.
![]()
2. Ogah Polisikan Abu Janda, Rocky Gerung: Bukan Orang-orangan
Pengamat politik Rocky Gerung mengaku enggan membuat laporan balasan terhadap dua orang yang mempolisikannya ke Polda Metro Jaya terkait penyebutan kitab suci fiksi. Alasannya, kedua pelapor tersebut dianggap Rocky tak paham terhadap apa yang dilaporkannya.
