WNI Bikin Alat Tes COVID-19, hingga Geger Kawinan Kapolsek Kembangan

Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Jakarta Pusat.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarok

VoxPop – Ada beberapa berita yang banyak disimak pembaca VoxPop pada Jumat, 3 April 2020, dan berhasil masuk dalam daftar terpopuler. Kabar pertama, yakni soal Warga negara Indonesia (WNI) bernama Santo Purnama berhasil mengembangkan alat tes mandiri (test kit) untuk Virus Corona COVID-19 hanya dalam waktu 4 bulan.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Alat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan pengetesan di rumah masing-masing, hanya dalam waktu 10 menit. Santo mengembangkan teknologi pengetesan COVID-19 melalui perusahaannya, Sensing Self, yang berbasis di Singapura.

Disusul oleh gegernya pernikahan megah yang digelar mantan Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana dengan selebgram Rica Andriani di Hotel Mulia, Jakarta, menjadi viral karena digelar di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

img_title Hal-hal Menarik dari Lagu Baru Raisa ‘Cahaya Hati’, Pakai Tujuh Alat Musik Tradisional hingga Sarat Makna

Lalu, ada pula kesehatan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, berangsur-angsur membaik dari infeksi virus corona atau COVID-19. Sehingga, kedua pejabat publik tersebut mengucapkan terima kasih melalui video singkat maupun foto dengan keterangan yang diunggah di media sosial.

Selain tiga berita terpopuler, ada juga dua kabar lain yang tidak kalah menarik untuk disimak. Berikut daftar lengkapnya, dirangkum dalam Round Up:

img_title Deretan Bisnis Mathis Molinié Diduga Pacar Baru Raisa, Kekayaannya Turun Temurun!

1. WNI Sukses Bikin Alat Tes COVID-19, Kantongi Lisensi dari 3 Negara

corona virus

Warga negara Indonesia (WNI) bernama Santo Purnama berhasil mengembangkan alat tes mandiri (test kit) untuk Virus Corona COVID-19 hanya dalam waktu 4 bulan. Alat ini menganalisis enzim untuk mengetahui seseorang terinfeksi covid-19 atau tidak, sehingga bisa digunakan untuk tes massal (rapid test).

Selain itu, alat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan pengetesan di rumah masing-masing, hanya dalam waktu 10 menit. Santo mengembangkan teknologi pengetesan COVID-19 melalui perusahaannya, Sensing Self, yang berbasis di Singapura.

Resmi diproduksi sejak Februari tahun ini, alat rapid test Sensing Self telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia, yaitu Eropa (mendapatkan sertifikasi CE), India (disetujui oleh National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research), serta Amerika Serikat (AS). Klik di sini.

2. Pesta Pernikahan Kapolsek Kembangan Berujung Mutasi

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut