Derita Tentara Wanita Korut, Corona di Surabaya dan Kebohongan Baru

Tentara wanita korea utara siap perang
Sumber :
  • miliwoman.com

VoxPop – Kisah kaum perempuan yang jadi militer Korea Utara jadi sorotan pembaca VoxPop. Artikel terkait hal itu jadi paling terpopuler sepanjang Kamis 28 Mei 2020.

img_title BYD Pasang Badan Jika Mobilnya Menabrak Saat Mode Autopilot Aktif

Artikel terpopuler kedua terkait peringatan yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Surabaya disebut bisa jadi Wuhan-nya Indonesia.

Kemudian, heboh tagar di sosial media terkait penerapan new normal yang diwacanakan pemerintah jadi artikel terpopuler ketiga kemarin. Diikuti dengan terpopuler keempat yaitu artikel mengenai gaji calon pembeli Toyota Innova.

img_title 8 Cara Mudah Mengetahui Mobil Bekas Pernah Tabrakan atau Tidak

Masih dari dunia otomotif, artikel terpopuler kelima adalah viralnya video kecelakaan motor yang justru bikin netizen tertawa. 

1. Derita Tentara Wanita Korut Saat Menstruasi Sampai Digilir di Ranjang

img_title TransJakarta Nonaktifkan Pramusapa yang Sebabkan Tabrakan 2 Armada

VoxPop Militer: Prajurit wanita Tentara Rakyat Korea Utara

Dunia tahu pasti bahwa Korea Utara (Korut) adalah salah negara yang kerap menunjukkan superior kekuatan militernya. Bukan cuma punya artilieri mengerikan, negara komunis ini juga punya Tentara Rakyat Korea yang terkenal setia kepada setiap pemimpin tertinggi (supreme leader).

Korut adalah salah satu negara yang menjalankan wajib militer di dunia. Sebuah fakta terungkap, pemerintah Korut ternyata tak cuma mewajibkan setiap laki-laki, tetapi juga perempuan.

Seorang wanita mantan anggota Tentara Pembebasan Rakyat Korea Utara, Lee So-yeon, menceritakan kisah hidupnya selama hampir 10 tahun mengabdi sebagai personel militer Korut. Hampir satu dekade, So-yeon tidur di ranjang susun dalam barak tentara.Selama itu, So-Yeon harus tidur beralaskan sekam padi dengan bau yang sangat tidak sedap.

Baca selengkapnya

2. Gugus Tugas Beri Peringatan, Surabaya Bisa Jadi Wuhan

Ilustrasi virus corona.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, khawatir Kota Surabaya bisa menjadi seperti di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Bila warganya tetap nekat dan tidak disiplin dengan prosedur kesehatan, Surabaya bisa saja menjadi seperti kota tempat Virus Corona atau COVID-19 itu menyebar cepat. Lebih dari 3.000 orang meninggal dan Kota Wuhan harus lockdown selama 4 bulan.  

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, menyebutkan 65 persen angka kasus Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Jawa Timur yang berasal dari Surabaya Raya, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik, menjadi alasan yang membuat Surabaya bisa jadi seperti Wuhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut