Fenomena Alam 2020: Hujan Meteor, Dentuman Misterius hingga Awan UFO
- Instagram/singosarimalang
Beberapa warganet mengabadikan momen itu: ada yang mengambil gambar video dan foto. Sebagian menyebut nama Sang Pencipta di unggahan media sosial mereka atas keindahan awan. Sebagian bertanya-tanya fenomena apa yang sedang terjadi. Baca: Netizen Ramai Bahas Awan Menyerupai UFO, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
5 November: Gunung Merapi erupsi
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meningkat pada 5 November sehingga status kedaruratannya dinaikkan dari waspada menjadi siaga. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi sebagai antisipasi gunung api itu erupsi.
Lima hari setelah ditetapkan berstatus siaga, Merapi mulai mengeluarkan suara gemuruh, biasanya saat malam, dari puncak gunung. Suara itu menyerupai suara bebatuan yang berguguran dan tebing ambrol atau longsor. Aktivitas kegempaan dan laju deformasi masih fluktuatif, tetapi, menurut catatan BPPTKG pada 4 hingga 10 Desember, mulai menurun. Baca: Intensitas Kegempaan Alami Penurunan, Merapi Masih Berstatus Siaga
27 November: Gunung Lewotolok erupsi
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur mendadak erupsi pada Jumat pagi, 27 November. Tinggi kolom abu teramati 500 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi sekitar 2 menit.
Teramati 8 kali letusan dengan tinggi 200-500 meter dan warna asap kelabu pada 7 Desember, menurut Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG). Letusan disertai gemuruh lemah-sedang. Baca: Aktivitas Erupsi Gunung Ili Lewotolok: 8 Kali Terjadi Letusan
27 November: Gunung Semeru erupsi
Lava pijar yang terlihat lebih besar daripada biasanya turun dari kawah Jonggring Saloko dan menandai peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur pada Jumat malam, 27 November 2020. Terlihat juga kepulan asap membumbung tinggi terjadi beberapa kali.
Waktu itu, meski sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas, Semeru masih berstatus waspada. Namun, pada Senin tengah malam, 30 November, Semeru mengeluarkan lava pijar disertai awan panas sehingga statusnya dinaikkan menjadi siaga. Baca: Hujan Abu Gunung Semeru Mencapai Radius Lebih 20 Kilometer
