Benarkah Baju yang Dijadikan Lap Bisa Menyempitkan Rezeki? Ini Kata Buya Yahya

Benarkah Baju yang Dijadikan Lap Bisa Menyempitkan Rezeki?
Sumber :
  • YouTube Al-Bahjah TV

Jakarta, VoxPop – Belakangan ini, beredar pandangan di masyarakat bahwa menggunakan pakaian bekas untuk dijadikan kain lap bisa menyempitkan rezeki. Menanggapi hal itu, ulama dan pendakwah asal Indonesia, Buya Yahya, memberikan penjelasan mendalam mengenai makna di balik keyakinan tersebut.

img_title Bukan Sekadar Rutinitas, Berdoa Sebelum dan Sesudah Makan Sebagai Wujud Syukur dan Sumber Keberkahan

Melalui tayangan di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa yang bisa menyempitkan rezeki bukanlah tindakan menjadikan baju bekas sebagai kain lap itu sendiri, melainkan sikap menyia-nyiakan karunia Allah.

“Yang menyempitkan rezeki adalah membuang-buang karunia, tidak mensyukuri nikmat. Baju masih layak dibikin pel, dibikin lap, sementara tetangga memerlukannya. Mungkin maksudnya seperti itu,” ujar Buya Yahya dikutip YouTube Al-Bahjah TV.

img_title Keran Rezeki Mengalir Deras, Selalu Amalkan Surat At-Talaq Saat Melakukan Shalat Dhuha

Ia melanjutkan, kebiasaan sebagian orang yang terlalu mudah merusak atau menjadikan pakaian yang masih bagus sebagai lap menunjukkan kurangnya rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah. Padahal, baju tersebut masih bisa dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan.

Prof. KH.Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya

Photo :
  • Istimewa
img_title 4 Shio Paling Beruntung dalam Bisnis pada 2026, Keuangan Stabil hingga Raih Kekayaan Berlimpah

“Biasakan, kalau sudah punya baju baru, baju lama jangan dirusak. Hadiahkan kepada orang yang memerlukannya,” tutur Buya Yahya.

Menurutnya, penggunaan baju yang masih layak sebagai kain lap juga bisa menanamkan kebiasaan buruk pada anak-anak. Misalnya, ketika seorang anak melihat orang tuanya menjadikan pakaian bagus sebagai lap, ia bisa meniru tanpa memahami konteksnya.

“Anak kecil lihat ibunya pakai lap dari baju bagus, nanti dia tiru. Akhirnya baju baru bapaknya pun dipakai lap. Nah, pembiasaan seperti ini yang tidak baik,” jelasnya.

Namun, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak semua baju bekas harus disumbangkan. Ada jenis pakaian yang justru lebih pantas dijadikan lap, misalnya pakaian yang tidak menutup aurat atau yang mencerminkan gaya hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kalau baju tidak menutup aurat, jangan dihadiahkan ke orang lain. Nanti malah merusak mereka. Baju seperti itu lebih baik dijadikan lap atau keset,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Yahya juga menyinggung pengalaman timnya saat mengumpulkan pakaian bekas untuk bantuan sosial. Dari sekian banyak pakaian yang terkumpul, sebagian justru tidak layak dibagikan karena modelnya tidak sesuai dengan adab berpakaian dalam Islam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut