Mewujudkan Pelayanan untuk Umat Hindu di Seluruh Pelosok Negeri dengan Cepat, Transparan dan Membahagiakan

Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag, I Nengah Duija
Sumber :
  • Istimewa

Secara global, katanya, program ini juga sejalan dengan UNDP Digital Strategy 2022–2025 dan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mendorong inovasi, transparansi, serta pembangunan kelembagaan yang inklusif dan berkelanjutan.

img_title KPK Periksa Eks Dirjen Kemenag Hilman Latief di Kasus Kuota Haji

Selain itu, program ini mendukung visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo–Gibran untuk membangun birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang humanis.

Adapun pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui pendekatan jangka pendek (0–2 bulan), menengah (3–6 bulan), dan panjang (7–18 bulan).

img_title Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijjah dan Idul Adha Hari Ini

"Hasil akhirnya ditargetkan berupa terbentuknya platform layanan digital Hindu nasional yang mampu mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari tanda daftar rumah ibadah, kelembagaan, pendidikan keagamaan, hingga rekomendasi layanan keumatan dalam satu sistem terpadu," katanya.

Transformasi digital ini tidak hanya menitikberatkan pada teknologi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai tata kelola yang berorientasi pada transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan kolaborasi lintas sektor.

img_title Kemenag Pati Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Buntut Kasus Pencabulan, Bagaimana Nasib Santrinya?

“Kami ingin memastikan setiap layanan keagamaan di Ditjen Bimas Hindu berbasis data, berstandar nasional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel. Ini bukan hanya perubahan teknis, tetapi perubahan budaya kerja menuju birokrasi digital yang melayani,” kata Duija.

Kementerian Agama menargetkan peningkatan indeks kualitas layanan publik Ditjen Bimas Hindu dari skor 94,10 pada 2023 menjadi 95,00 pada 2025. Target tersebut menjadi bukti komitmen untuk menghadirkan layanan yang semakin cepat, mudah, akurat, dan berkeadilan bagi seluruh umat Hindu di Indonesia.

Transformasi tata kelola ini diyakini tidak hanya memperkuat nilai kebinekaan dan keadilan sosial, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah serta memperkokoh stabilitas sosial dan harmoni budaya bangsa.

Dengan dukungan Kementerian Agama, pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat Hindu di seluruh Indonesia, program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pelayanan publik keagamaan yang inklusif, profesional, dan berkeadilan.

"Transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi cara baru pemerintah hadir melayani umat Hindu di seluruh pelosok negeri dengan layanan yang lebih cepat, transparan, dan membahagiakan,” kata Duija.

Ilustrasi Monas Jakarta

Sabtu Ini, Kemenag Gelar Doa dan Dzikir Kebangsaan di Monas Rayakan HUT ke-81 RI

kemenag menjelaskan kegiatan tersebut akan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut