Jangan Hanya Kirim Al-Fatihah, Ini Amalan Terbaik untuk Keluarga yang Sudah Meninggal

Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni
Sumber :
  • YouTube Mufeid Channel

VoxPop – Kebiasaan mengirim Al-Fatihah untuk orang tua atau keluarga yang telah meninggal dunia sudah sangat melekat di tengah masyarakat Muslim. Namun, menurut ulama asal Arab Saudi, Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, ada amalan lain yang justru lebih besar manfaatnya bagi mereka yang telah berpulang. 

img_title Bukan Hanya Bacaan Shalat, Surat Al-Fatihah Ternyata Jadi Senjata Ampuh Lumpuhkan Iblis dan Setan

Dalam penjelasannya, beliau menguraikan secara rinci bagaimana pandangan syariat Islam mengenai pahala yang dapat sampai kepada orang yang telah meninggal. Penjelasan ini didasarkan pada Al-Quran, sunnah, serta pendapat para ulama.

Menurutnya, orang yang telah wafat memang masih bisa mendapatkan manfaat dari amal orang yang masih hidup. Namun, bentuk amal tersebut telah dijelaskan secara jelas dalam ajaran Islam.

img_title Momen Zohran Mamdani Baca Al Fatihah Bareng Imam Shamsi Ali Jelang Pemilu New York

“Orang yang meninggal memperoleh beberapa keuntungan dari orang yang masih hidup,” ujarnya yang dikutip dari YouTube Mufeid Channel pada Senin, 15 Desember 2025. 

Aidh bin Abdullah al-Qarni menegaskan bahwa doa merupakan amalan terbesar yang pahalanya sampai kepada orang yang telah meninggal.

img_title Selebrasi Sujud Syukur dan Hafal Al Fatihah, Bukti Cristiano Ronaldo Ingin Masuk Islam

“Dengan demikian, teks-teks hukum dalam Al-Quran dan sunnah dari doa tersebut, yang merupakan manfaat terbesar yang dapat diterima oleh orang yang telah meninggal,” jelasnya lagi. 

Selain doa, ia juga menekankan pentingnya amal jariyah atau sedekah yang berkelanjutan, seperti membangun masjid, menggali sumur, atau mewakafkan Al-Quran.

“Istilah "tersegmentasi" merujuk pada kegiatan amal yang berkelanjutan, khususnya dana abadi.”

Ia memberi contoh konkret bagaimana amal tersebut bisa diniatkan atas nama orang yang telah wafat.

“Sebagai contoh, dia mungkin mencetak salinan Al-Quran atau membelinya. Dia mengambil salinan Al-Quran dan menempatkannya di masjid atau sekolah.”

Terkait puasa, Dr. Aidh menjelaskan bahwa puasa hanya bisa dilakukan untuk mengganti kewajiban yang belum ditunaikan oleh orang yang telah meninggal, seperti puasa Ramadan atau nazar.

“Ia meninggal tanpa berpuasa; Orang yang masih hidup hendaknya berpuasa untuk orang yang telah meninggal, sebagaimana kewajibannya.”

Lalu bagaimana dengan membaca Al-Quran, termasuk Al-Fatihah? Menurut Dr. Aidh, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

“Terdapat dua pendapat di kalangan ulama mengenai apakah pahala tersebut diperuntukkan bagi orang yang telah meninggal.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut