Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan Haji Khusus 2026 Rampung sebelum Tenggat Arab Saudi

Jemaah haji dari Indonesia melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah
Sumber :
  • Andika Wahyu/MCH 2025

Jakarta, VoxPop – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh proses pelunasan biaya serta Pengembalian Keuangan (PK) jemaah calon haji khusus 2026 akan diselesaikan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah menegaskan percepatan administrasi terus dilakukan agar tidak mengganggu kontrak layanan yang telah disiapkan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Arab Saudi.

img_title Tutup Celah Penyimpangan, Kemenhaj Hapus Mekanisme Lunas Tunda Ganti

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, mengatakan pemerintah berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan krusial tersebut sesuai batas waktu yang ditentukan otoritas Saudi.

“Kemenhaj berkomitmen menyelesaikan semua proses, baik pelunasan maupun PK, sebelum batas waktu yang ditetapkan Pemerintah Saudi. Kami juga melakukan koordinasi rutin dengan PIHK untuk memastikan percepatan seluruh proses berjalan optimal,” ujar Ian di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

img_title Respons Prabowo Dengar Wacana Biaya Haji 2027 Naik Jadi Rp107 Juta

Jemaah haji Indonesia

Photo :
  • MCH 2025

Terkait belum cairnya PK sebagian jemaah ke rekening PIHK, Ian menjelaskan saat ini masih terdapat penyesuaian pada aspek sistem dan regulasi. Menurutnya, hambatan yang terjadi bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi antara penyempurnaan sistem elektronik dan aturan teknis yang harus diselaraskan.

img_title DPR Desak Kemenhaj Perketat Aturan Haji, 32 Tersangka dan Kerugian Rp116,7 Miliar Jadi Sorotan

“Masih ada penyesuaian di sistem dan diregulasi. Insya Allah, seluruh penyesuaian tersebut dapat diselesaikan dalam minggu ini,” katanya.

Pernyataan Kemenhaj tersebut disampaikan di tengah sorotan Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) yang sebelumnya meminta pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi kegagalan keberangkatan haji khusus 2026.

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menyebut situasi penyelenggaraan haji khusus saat ini berada pada titik kritis, menyusul pernyataan sikap terbuka dari 13 organisasi penyelenggara haji khusus, antara lain AMPHURI, Himpuh, Sapuhi, dan Gaphura.

“Problemnya memang tidak tunggal, namun bersumber dari sistem dan kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Haji dan BPKH yang sampai dengan saat ini belum melakukan pengembalian keuangan (PK) haji kepada PIHK,” kata Mustolih di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini pencairan atau pendistribusian PK haji khusus kepada PIHK belum sepenuhnya dilakukan. Padahal, dana tersebut menjadi prasyarat utama bagi PIHK untuk membayar layanan haji di Arab Saudi yang menjadi dasar penerbitan visa jamaah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut