Ujian Terberat Rasulullah SAW setelah Perjalanan Isra Miraj: Diragukan, Diejek hingga Ditinggalkan

Puluhan Ribu Warga Palestina Laksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa (Doc: Middle East Monitor)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Natania Longdong

VoxPop – Peristiwa Isra dan Miraj tidak hanya menjadi tonggak spiritual dalam sejarah Islam, tetapi juga ujian besar bagi keimanan umat pada masa awal dakwah. Alih-alih langsung diterima, kabar perjalanan Rasulullah SAW dalam satu malam justru memicu keguncangan, bahkan membuat sebagian orang yang sebelumnya beriman memilih keluar dari Islam (murtad).

img_title Terbangun Saat Tengah Malam? Segera Berwudhu dan Membaca Doa Anjuran Rasulullah Sebelum Shalat Tahajud

Momentum itu dimanfaatkan Abu Jahal untuk menyerang kredibilitas Rasulullah SAW. Ia melihat Isra Miraj sebagai celah untuk mempermalukan Nabi di hadapan publik Mekah sekaligus menggoyahkan keyakinan kaum Muslimin.

Khalid Muhammad Khalid, dalam buku Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah, mengisahkan bahwa sehari setelah peristiwa Isra dan Miraj, Rasulullah SAW duduk sendiri di Masjidil Haram, merenungi pengalaman yang baru saja dialaminya. Abu Jahal yang melintas lalu mendekat dengan niat mengejek.

img_title Justin Hubner Udah Lama Mualaf? Unggahan Soal Isra' Mi'raj di Awal Tahun Jadi Bukti

Pemandangan Kota Mekah dari puncak Jabal Nur, Gua Hira

Photo :
  • Bahauddin/MCH2019

“Tak adakah lagi hal (wahyu) yang datang kepadamu tadi malam?” tanya Abu Jahal dengan nada sinis. 

img_title Panitia Klarifikasi Video Biduan di Acara Isra Miraj: Itu Digelar setelah Pengajian, Kiai Sudah Pulang

Rasulullah SAW menjawab dengan tenang bahwa beliau telah diperjalankan ke Baitul Maqdis di Syam (Palestina) pada malam sebelumnya. Ketika Abu Jahal menegaskan bahwa Rasulullah kini sudah kembali berada di Mekah, Nabi membenarkannya.

Jawaban itu menjadi pemicu. Abu Jahal segera memanggil orang-orang Quraisy agar berkumpul. Dengan penuh semangat, ia menyebarkan kisah tersebut bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk mengolok-olok dan berharap orang-orang yang telah beriman akan meninggalkan Muhammad SAW.

Di tengah kerumunan, seorang Muslim bertanya langsung kepada Rasulullah, “Benarkah engkau di-isra-kan tadi malam?” Rasulullah SAW menjawab tegas bahwa beliau memang diperjalankan dan bahkan melaksanakan salat bersama para nabi. Pernyataan ini membuat suasana semakin riuh. Kaum musyrik menertawakan, sementara sebagian Muslim diliputi keraguan.

Logika perjalanan menjadi senjata ejekan. Orang-orang mempertanyakan bagaimana mungkin perjalanan Mekah–Syam yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan bisa ditempuh hanya dalam satu malam. 

Keraguan itu tidak berhenti di situ. Muhammad Husain Haekal dalam Abu Bakar As-Shiddiq: Sebuah Biografi, mencatat bahwa sebagian orang yang telah memeluk Islam benar-benar murtad.

Sebagian pengikut yang imannya belum kokoh,  tak kuasa menahan tekanan sosial dan logika. Mereka tak sanggup diejek hingga akhirnya melepaskan ISlam, kembali pada kekafiran, karena menganggap nabi telah kehilangan kewarasannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut