Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadhan Menurut Buya Yahya

Ceramah Buya Yahya (YouTube/Al-Bahjah TV)
Sumber :

Jakarta, VoxPop – Menjelang bulan suci Ramadhan, tradisi ziarah kubur kembali ramai dilakukan masyarakat di berbagai daerah. Banyak keluarga mendatangi makam orang tua atau kerabat untuk berdoa sekaligus mengenang kebersamaan yang pernah terjalin. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum ziarah kubur jelang Ramadhan dalam pandangan Islam?

img_title Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Buya Yahya menjelaskan bahwa menyambut Ramadhan tidak cukup hanya dengan persiapan lahiriah, tetapi juga harus dibarengi persiapan batin yang matang. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan baik dengan sesama manusia sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

“Untuk menyambut bulan Ramadhan harus kita persiapkan persiapan secara lahir dan persiapan secara batin,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Senin, 16 Februari 2026. 

img_title Waktu Subuh Sebentar Lagi Tiba, Masih Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud? Begini Anjuran Buya Yahya

Menurutnya, persiapan batin menjadi hal utama. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbaiki hubungan sosial. Ia mencontohkan bahwa ibadah puasa sangat berkaitan erat dengan sikap terhadap sesama.

“Puasa ini adalah harus dibarengi dengan hubungan baik dengan sesama manusia. Maka perlu kita menjalin silaturahmi sebelum bulan Ramadhan tiba,” ujarnya lagi. 

img_title Buya Yahya Ungkap 3 Cara Allah Menjawab Doamu, Ternyata Tak Selalu Sesuai yang Diminta

Dari sinilah tradisi saling memaafkan, berbagi makanan ke tetangga, hingga mempererat hubungan keluarga menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadhan. Buya Yahya juga mengingatkan agar umat Islam tidak memasuki Ramadhan dalam kondisi masih menyimpan permusuhan atau kebencian.

Buya Yahya menegaskan bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan manusia pada akhirat. Artinya, ziarah kubur diperbolehkan dan bahkan disunahkan karena dapat mengingatkan manusia pada kehidupan akhirat. Tradisi ini tidak dilarang, termasuk jika dilakukan menjelang Ramadhan, selama tetap menjaga adab dan ketentuan syariat.

“Karena ziarah kubur mengiatkan kita kepada akhirat,” kata Buya Yahya. 

“Bukan sebuah kesalahan kalau ziarah. Apakah dibuat kebiasaan sebelum Ramadhan setelah Ramadhan? Karena ziarah kubur kapan saja di diajarkan dianjurkan asalkan tentu ada ketentuan-ketentuannya,” tambahnya. 

Lebih jauh, ziarah kubur juga bisa menjadi momen refleksi. Mengingat orang tua atau keluarga yang telah wafat dapat memacu diri untuk memperbaiki hubungan antar saudara yang masih hidup. Bahkan, kegiatan ziarah bersama keluarga bisa menjadi sarana mempererat silaturahmi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut