Kisah Mualaf Wanita Pecandu Alkohol, Masuk Islam Gegara Tersentuh Perilaku Muslim di Ramadhan
- Freepik
Keputusan tersebut sempat mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Namun ia merasa menemukan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Dia baik hati dan berkata bahwa dia bangga kepadaku. Kemudian saya mulai memberitahu teman-teman kerja saya dan mereka sangat senang. Saat itu mereka bertanya alasan saya mengapa ingin menjadi mualaf, saya menjelaskan bahwa saya tidak pernah merasa hal seperti ini. Itu adalah rasa yang bermakna, saya merasa ada tujuan dalam hidup saya,” katanya.
Setelah mempertimbangkan dengan matang, Sherly mantap mengucapkan syahadat.
"Saya merasa siap untuk memulai lembaran baru dalam hidup saya, untuk menjadi seseorang yang saya banggakan ketika saya masih kecil. Saya menyatakan diri saya seorang musli. Dan saya percaya sepenuh hati pesan dari syahadat. Saya ingin melakukannya secara resmi untuk belajar lebih banyak dan dengan itu saya dapat solat. Saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekitar saya yang membantu saya memahami keindahan dan kedamaian Islam,” katanya.
Kini, Sherly mengaku bangga dengan keputusannya menjadi seorang Muslim. Kisahnya menunjukkan bahwa keteladanan, terutama di bulan suci Ramadan, mampu menyentuh hati dan menjadi jalan hidayah bagi siapa pun yang tengah mencari makna kehidupan.
