Hati-hati dalam Bersikap, Ini 5 Perbuatan yang Bisa Menghilangkan Pahala Puasa Ramadhan

Ilustrasi berdoa.
Sumber :
  • Pixabay/ Hamsan

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا اَلْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اَللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اِغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتَّهُ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

img_title Usai Ramadan, Orang Indonesia Makin Selektif dalam Berbelanja

Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, Rasulullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para shahabat menjawab: “Allāh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang tidak dia sukai untuk disebutkan.” Maka dikatakan kepada Nabi: “Seandainya yang aku ucapkan tentang saudaraku itu benar adanya, bagaimana menurut engkau, wahai Rasulullāh?” Kata Rasulullāh: “Kalau apa yang engkau ucapkan tentang saudaramu itu benar maka itulah gibah, kalau ternyata yang engkau ucapkan itu tidak benar maka engkau telah berdusta atas dirinya.” (HR Imam Muslim).

3. Adu Domba

img_title Ustaz Maulana Ogah Nikah Lagi, Pilih Puasa Nabi Idris Usai Istri Meninggal

Adu domba atau menyebarkan permusuhan juga termasuk perbuatan yang dapat merusak pahala puasa. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku ini sering muncul dalam bentuk provokasi, penyebaran hoaks, maupun memecah belah hubungan antar sesama.

Rasulullah SAW bersabda:

img_title Kredivo 'Nyayur' selama Ramadan hingga Lebaran

وَعَنْ حُذَيْفَةَ – رضى الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم - لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَتَّاتٌ

Dari shahābat Hudzaifah radhiyallāhu ‘anhu beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga al-qattat tukang adu domba.” (HR Bukhāri).

4. Sumpah Palsu

Sumpah palsu juga termasuk perbuatan yang sangat tercela dan dapat menghilangkan pahala puasa. Islam sangat menekankan kejujuran, termasuk dalam bersumpah.

Rasulullah SAW bersabda:

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنٍ مَصْبُوْرَةٍ كَاذِبَةٍ فَلْيَتَبَوَّأْمَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan sumpah dusta, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Memandang dengan Syahwat

Perbuatan lain yang juga dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa adalah memandang lawan jenis dengan syahwat. Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga pandangan agar terhindar dari godaan yang dapat menjerumuskan pada perbuatan dosa.

Dalam hadits disebutkan:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَر

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). (HR. Bukhari dan Muslim).

Kelima perbuatan tersebut tidak membatalkan puasa secara hukum fiqih, namun dapat menghilangkan atau mengurangi pahala ibadah puasa. Karena itu, selain menahan lapar dan haus, umat Islam juga dianjurkan menjaga perilaku, ucapan, dan pandangan selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Sidang Isbat.

Tiga Kader Muhammadiyah Gugat soal Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri ke MK

Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pendahuluan pengujian materi Undang-Undang Peradilan Agama perihal isbat awal dan akhir Ramadhan pada Selasa 9 Juni 2026.

img_title
VoxPop.co.id
10 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut