Buya Yahya Ingatkan Pahala Puasa Bisa Hilang karena Bukber
Ia mencontohkan bahwa beberapa orang seringkali sibuk dengan makanan hingga melupakan salat berjamaah. Bahkan terkadang setelah acara buka bersama selesai, ibadah lain seperti tarawih juga ikut terlewat.
“Sehingga karena sibuk urusan makan ini sehingga tidak peduli dengan urusan jemah magrib. Salat berjamaah Magrib. Kemudian setelah itu tarawihnya pun hilang karena mungkin perjalanan yang jauh,” jelasnya lagi.
Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar acara buka bersama tetap menjaga adab pergaulan dan tidak membuka peluang terjadinya hal-hal yang dilarang.
“Belum lagi kadang ada kemaksiatan jika ternyata mengundang bermacam orang. Akan tapi tidak dibatasi akhlak bergaul antara putra dengan putri tidak dirapikan,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan buka bersama sebenarnya diperbolehkan bahkan dianjurkan, asalkan tetap diatur dengan baik sehingga tidak mengurangi nilai ibadah di bulan Ramadan.
“Artinya boleh bahkan dihimbau untuk kita mengadakan buka bersama tapi tolong harus ditertibkan semua aturan-aturannya agar tetap buka bersama mendapatkan pahala,” tuturnya lagi. Ia menyarankan agar acara buka bersama tetap disertai dengan ibadah seperti salat berjamaah, zikir, hingga tarawih.
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa tradisi bukber jangan sampai hanya menjadi rutinitas sosial tanpa makna spiritual.
Menurutnya, jika sebuah acara buka bersama justru membuat orang kehilangan ibadah penting seperti salat dan tarawih, maka lebih baik makanan tersebut dikirimkan saja kepada orang yang membutuhkan.
“Kalau ternyata menjadikan sebab tarawih tidak lain kali deh kirim aja makanan biar nyampai ke sana dimakan oleh saudara kita selesai mendapatkan pahala,” tandasnya.
