Umrah Berkali-kali Bisa Hapus Dosa? Buya Yahya Ungkap Fakta Penting yang Sering Disalahpahami
- Yeni Lestari/VoxPop
Selain menjelaskan keutamaan umrah, Buya Yahya juga menyinggung kedudukan haji mabrur. Artinya, haji yang mabrur tidak memiliki balasan selain surga.
Menurut Buya Yahya, haji mabrur adalah haji yang diterima Allah SWT karena dilakukan dengan niat yang ikhlas, tata cara yang benar, serta menghasilkan perubahan akhlak yang lebih baik setelah pulang dari Tanah Suci.
Di balik besarnya keutamaan umrah dan haji, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada hawa nafsu atau motivasi yang keliru.
Ia mencontohkan seseorang yang terus berulang kali umrah hanya demi prestise atau ingin dipuji orang lain.
"Haji sudah, umrah sudah, tapi jangan sampai ditumbangi hawa nafsu," ujar Buya Yahya.
Ia juga mengingatkan bahwa ada kalanya membantu keluarga yang sedang kesulitan, membiayai pengobatan kerabat, atau memenuhi kebutuhan orang tua bisa lebih utama dibanding melakukan ibadah sunnah berulang kali.
"Jangan sampai ponakan, bibi, atau keluarga sakit membutuhkan bantuan, malah kita asyik umrah karena mengikuti hawa nafsu," tegasnya.
Menariknya, Buya Yahya menjelaskan bahwa manfaat umrah tidak hanya berkaitan dengan penghapusan dosa. Menurutnya, ibadah haji dan umrah juga dapat membersihkan hati serta menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki.
Ia mengibaratkan umrah seperti api yang membakar kotoran pada logam emas dan perak hingga tersisa bagian yang murni.
"Haji dan umrah itu pembersih," jelasnya.
Tak hanya membuat seseorang lebih tenang secara batin, ibadah tersebut juga dapat menghadirkan kekayaan hati yang jauh lebih berharga dibanding sekadar kekayaan materi.
Karena itu, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk menjadikan umrah dan haji sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar perjalanan religi atau simbol status sosial. Dengan niat yang benar, ibadah tersebut dapat menjadi jalan penghapus dosa, penenang hati, sekaligus ladang pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
