Bukan Hanya Helm dan Sabuk Pengaman, Amalkan Doa Naik Kendaraan Sebagai Perlindungan Utama

Ilustrasi berkendara
Sumber :
  • ilustrasi AI Gemini

VoxPop – Setiap hari, mobilitas kita di luar rumah, baik untuk bekerja, sekolah, maupun sekadar berbelanja, tak pernah lepas dari penggunaan kendaraan

img_title Prabowo Ingin Semua Kendaraan di Indonesia Berbasis Listrik

Namun, entah itu motor, mobil, atau transportasi umum, jalan raya selalu menyimpan risiko tak terduga seperti kemacetan hingga kecelakaan.

Itulah mengapa Islam menganjurkan kita untuk selalu mengawali perjalanan dengan doa, khususnya doa naik kendaraan. 

img_title Amalkan Doa Ini Agar Terhindar dari Masalah Saat Bekerja, Kerja di Kantor Jadi Lebih Tenang dan Lancar

Lebih dari sekadar ucapan, doa ini adalah bentuk tawakal dan pengakuan bahwa keselamatan kita sepenuhnya ada di tangan Allah. Kendaraan hanyalah sarana, sedangkan Allah Sang Penjaga sejati.

Jadi, sebelum memutar kunci atau melangkah masuk ke angkutan umum, sempatkanlah berdoa sejenak. 

img_title Hilangkan Rasa Gugup Saat Menyampaikan Pendapat di Depan Umum, Bacalah Doa Kelancaran Berbicara

Amalan sederhana ini bisa menjadi benteng perlindungan yang mengiringi langkah kita sampai ke tujuan dengan selamat.

Doa Naik Kendaraan

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ، أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

Allâhu akbar, allâhu akbar, allâhu akbar

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”

سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

Subḫânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn

Artinya: ”Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS az-Zukhruf: 13-14)

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هٰذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Allâhumma innâ nas’aluka fî safarinâ hâdzâ al-birra wat taqwâ wa minal ‘amali mâ tardlâ. Allâhumma hawwin ‘alainâ safaranâ hâdzâ, wa-thwi ‘annâ bu‘dahu. Allâhumma antash shâḫibu fis safari, wal khalîfatu fil ahli. Allâhumma innî a‘ûdzubika min wa‘tsâ-is safari wa ka-âbatil mandhari wa sû-il munqalabi fil mâli wal ahli

Artinya: “Ya Allah kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan kami dan keridhaan dalam amalan kami. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini. Dekatkanlah jauhnya jarak perjalanan ini. Ya Allah Engkaulah yang menyertai kami dalam perjalanan ini, dan pengganti yang menjaga keluarga kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perjalanan yang sulit lagi melelahkan, dari pemandangan yang menyedihkan, serta dari tempat kembali yang buruk, baik dalam harta maupun keluarga.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut