Potret Terbaru Christian Rontini: Menantu Cristian Gonzales yang Ceritakan Perjalanan Jadi Mualaf
- Instagram @christian_rontini18
VoxPop – Bek Filipina berdarah Italia sekaligus menantu Cristian Gonzales yakni Christian Rontini menceritakan bagaimana perjalanan spiritualnya menjadi seorang mualaf.
Dalam unggahan terbarunya di media sosial, Christian Rontini juga membagikan foto yang menunjukkan dirinya sedang melaksanakan shalat Jumat di Masjid Malaysia.
Christian Rontini menjadi salah satu pemain yang ikut dalam skuad Filipina untuk berlaga di Piala AFF 2026. Namun sayang, langkah mereka terhenti di fase grup.
Kekalahan tipis 0-1 atas Malaysia di KLFA Stadium, Kuala Lumpur, Sabtu (8/8) membuat asa Filipina tertutup. Akan tetapi, ada satu hal yang bikin Christian Rontini termenung.
Bukan karena tersingkirnya Filipina dari Piala AFF 2026, namun pikirannya sejenak mundur ke belakang lantaran Malaysia menjadi awal mula dirinya mengenal agama Islam.
Christian Rontini Cerita Perjalanan Mualaf
Bek Filipina Christian Rontini ceritakan perjalanan menemukan Islam
- Instagram @christian_rontini18
Diunggah pada Jumat (7/8), Christian Rontini yang saat itu hendak bersiap mengawal Filipina menghadapi Malaysia di laga penutup Piala AFF 2026 ingin shalat Jumat.
Namun setibanya di Masjid Kuala Lumpur, Christian Rontini teringat akan perjalanan spiritualnya saat pertama kali mengenal Islam di negara tersebut.
Ketika itu, Christian Rontini datang sebagai pemain baru Penang FC pada 2022. Di sana, menantu Cristian Gonzales itu tersentuh melihat rekan-rekan setimnya berdoa.
Bahkan di akhir kata-katanya yang panjang itu, Christian Rontini mengutip QS At-Talaq ayat 3 yang menjelaskan jika Allah memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
“Jumu’ah Mubarak.
“Lima tahun lalu, saya datang ke Malaysia hanya dengan satu mimpi di hati saya: menjadi pemain sepak bola yang lebih baik.
“Saya baru saja menandatangani kontrak dengan @officialpenangfc, dan setiap hari sebelum latihan saya melihat rekan-rekan Muslim saya menghentikan semua aktivitas untuk berdoa bersama.
“Saat itu, saya tidak mengerti apa yang saya saksikan. Tetapi Allah sudah menuliskan sebuah kisah yang tidak dapat saya lihat. Tanpa kusadari, Dia menanam benih Islam pertama di hatiku.
“Hari ini, setelah lima tahun, Allah membawaku kembali ke negeri yang sama. Bukan lagi sebagai seseorang yang sedang mencari…
“Tetapi sebagai seorang Muslim.
