Review Gundala: Layak Dibanggakan, Enggak Kalah dari Hollywood
- Screenplay Films
![]()
Karena hal itu pula, Joko Anwar lebih mengedepankan urusan karakter dan cerita di filmnya. Gundala ini berkisah tentang Sancaka (Abimana Aryasatya) dan perjalanannya menjadi seorang jagoan. Sebagai film origin, Gundala berhasil ngaduk-ngaduk emosi saya lewat kisah kelam masa kecil Sancaka dan Pengkor (Bront Palarae). Pergelutan mereka dengan kehidupan keras anak sebatang kara.
Kami, penonton, kemudian ditarik masuk ke dalam konflik-konflik pelik kemanusiaan, sosial, dan politik yang bukan cuma bikin miris, tapi juga bikin mikir. Dark sih, rasanya, tapi masih ringan karena selipan-selipan jokes renyah kerap menyegarkan suasana. Makin menarik, karena Gundala yang juga pembuka Jagat Sinema Bumilangit (Bumilangit Cinematic Universe), menghadirkan banyak sekali karakter dan easter eggs yang bikin penasaran.
![]()
Lagi-lagi memang, Gundala bukan saingan film superhero Hollywood, tapi sungguh, ketika menontonnya, rasa itu sudah ada. Dialog, alur, dan sinematografinya enggak kalah dengan film-film superhero besar. Beberapa orang di sekitar tempat duduk saya kerap berdecak kagum, bahkan seisi bioskop sering kali riuh memberi tepuk tangan. Menikmati sekali film ini.
Gundala memang belum sempurna, karena jujur, sejumlah gerakan laga masih terasa kurang greget atau terkadang kurang emosional. Tapi tentu saja, Cecep Arif Rahman, tak diragukan lagi aksinya. Merinding terus tiap kali Kang Cecep muncul sebagai karakternya.
Dengan apa yang tersaji secara keseluruhan, film Gundala ini bikin bangga. Joko Anwar dan tim film ini menumbuhkan optimisme kalau kita juga bisa bikin film genre ini. Pun juga akhirnya Gundala bisa buktikan, bahwa jagoan Indonesia enggak kalah kerennya dari superhero Hollywood. Enggak kalah bikin gila, ketagihan, dan seterobsesi itu.
Saya lantas penasaran, "Kapan ya film BCU selanjutnya?"
Film Gundala sudah bisa ditonton hari ini, Kamis, 29 Agustus 2019. Negeri ini memang ternyata butuh patriot!
