Sinopsis Drama Korea Arthdal Chronicles Part 1 dan 2
- tvN
VoxPop – Serial Drama Korea Arthdal Chronicles yang tayang di Netflix dan tvN pada episode awal kemunculannya beberapa waktu lalu pernah mendapatkan rating yang cukup rendah juga menuai kritik penonton karena disebut memiliki banyak kesamaan dengan film Game of Thrones.
Padahal serial berbudget besar ini disebut sudah maksimal, dilansir laman Soompi drama ini bisa dibilang blockbuster karena menelan bujet megah, 40 miliar won atau setara Rp484 miliar. Nama-nama aktor dan aktris besar juga dilibatkan antara lain Song Joong Ki, Kim Ji Won, Jang Dong Gun hingga Kim Ok Bin.
Selain itu, serial ini juga menggandeng Park Sang Yeon dan Kim Young Hyun, penulis ternama Korea, dan sutradara Kim Won Suk yang sukses dengan My Mister, Signal, Misaeng, Sungkyungkwan Scandal, dan The Great King Sejong. Dia, bahkan mendapat penghargaan sebagai Sutradara Terbaik karena Misaeng di 2015.
Kini serialnya sudah berjalan hingga part 3, Arthdal Chronicles kini makin banyak digemari. Nah, biar kamu enggak roaming saat nonton part 3, berikut ini sinopsis singkat Arthdal Chronicles part 1-2.
Drama fiksi ini berlatar di negeri Aseudal pada zaman kuno dengan suku-suku yang memiliki kepercayaan masing-masing. Eunseom yang diperankan oleh Song Joong Ki lahir dengan nasib untuk membawa bencana ke Aseudal. Karena perjuangan ibunya untuk menyelamatkannya, ia mengalami kesulitan dan tumbuh besar sehingga harus muncul lagi di Aseudal.
Pada part 1 Arthdal Chronicles: The Children of Prophecy
Menceritakan tentang perpecahan kaum Saram (bercocok tanaman) dan Neanthals (berburu). Pada part ini menjelaskan latar belakang awal perpecahan, hingga masa kecil Eunseom.
Suatu ketika, pemimpin Saram menawarkan koalisi dengan pimpinan Neanthals, untuk membentuk satu bangsa yang bersatu. Pemimpin Saram menawarkan hasil bumi dan keahlian mereka, sebagai gantinya mereka menginginkan tanah yang didiami para Neanthals. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh kaum Neanthals.
Akhirnya kaum Saram yang dendam mulai menyusun rencana untuk memusnahkan kaum Neanthals. Hal itu dilakukannya dengan mengirimkan 'hadiah' yang diselipkan bibit penyakit. Tak hanya itu, sisa kaum Neanthals yang masih hidup juga dibantai.
