Bioskop CGV Buka Lagi, Ini Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi Penonton
- Freepik/rawpixel.com
VoxPop – Hampir delapan bulan tidak beroperasi, CGV kembali membuka empat bioskopnya di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020, Pembukaan kembali keempat bioskop itu diizinkan dengan protokol kesehatan (prokes) yang cukup ketat.
Public Relations CGV, Hariman Chalid mengatakan, bioskop yang dibuka yakni CGV Grand Indonesia, CGV AEON Mall Jakarta Garden City, CGV Green Pramuka Mall dan CGV Transmart Cempaka Putih.
Baca Juga: 4 Bioskop CGV Jakarta Buka Hari Ini, Berikut Lokasi dan Daftar Filmnya
“Pembukaan kembali bioskop CGV setelah pemaparan dari CGV dan hasil penilaian dari tim teknis Pemprov DKI yang terdiri dari Disparekraf, Dinkes dan Diskominfo,” kata Hariman dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2020.
Dalam penilaian yang dilakukan itu, kata Hariman, DKI menegaskan protokol kesehatan CGV telah sesuai dengan prokes yang disarankan DKI Jakarta.
Hal itu kemudian dikukuhkan dengan surat penerbitan SK No. 268 tahun 2020 tentang pembukaan kembali usaha pariwisata di masa PSBB Transisi bagi bioskop tertanggal 20 Oktober 2020.
Saat operasi nanti, Hariman mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah prokes dengan panduan Kemenkes dan Pemprov DKI Jakarta.
Beberapa prokes itu, yakni staf dan penonton wajib memakai masker di seluruh area bioskop, mengecek suhu tubuh penonton sebelum masuk ke area bioskop, melakukan sistem pelacakan pengunjung (tracing) dengan QR code dan manual, mengurangi kapasitas tempat duduk di ruang auditorium guna menjaga jarak aman antar penonton dan mengkonsumsi produk makanan dan minuman dari CGV diperbolehkan di lokasi yang memiliki fasilitas restoran (kafe, CGV Kitchen, Sportsbar). Tapi tidak dibawa ke dalam auditorium.
Selain itu, CGV juga menerapkan prosedur kebersihan dengan cairan disinfektan di seluruh area bioskop, dan setelah penayangan film, menyediakan hand sanitizer, mengimbau penonton untuk memesan tiket dan makan minum secara online (contactless) dengan pembayaran secara digital (cash free).
Hariman berharap, meski saat ini hanya diperbolehkan 25 persen, pembukaan kembali bioskop diharapkan juga bisamengairahkan kembali aktivitas rumah produksi (Production House) dalam memproduksi film film nasional, dan membantu memulihkan ekonomi di sektor industri kreatif khususnya perfilman.
