5 Fakta Menarik Squid Game, Permainan Misterius Taruhannya Nyawa
- IMDb
VoxPop – Akhir pekan ini, tepatnya Jumat, 17 September 2021 Netflix akan merilis drama Korea terbaru berjudul Squid Game. Bergenre thriller, drakor ini menceritakan tentang permainan bertahan hidup misterius.
Lantas, apa yang membuat Squid Game menjadi drama yang wajib ditonton? Berikut ini lima fakta menarik dari drama satu ini?

Squid Game mengisahkan permainan bertahan hidup misterius dengan hadiah 45,6 miliar Won (Rp555 miliar). Dalam poster Squid Game yang telah dirilis Netflix pada Agustus lalu, diketahui bahwa drama ini merupakan twist yang tidak menyenangkan pada permainan anak-anak Korea yang dikenal sebagai Squid Game.
Saat salah satu pekerja game yang tidak berwajah menyeret mayat berdarah ke peti mati yang didekorasi seperti kotak hadiah, dengan judul poster, ‘45,6 miliar (Won)’, kepolosan masa kanak-kanak orang dewasa akan dihancurkan’.
2. Bertaruh nyawa

Teaser Squid Game memperlihatkan cuplikan mengerikan dari drama game survival tersebut. Kalah dalam permainan berarti kehilangan nyawa Anda dan hanya orang yang bertahan hingga akhir yang akan memenangkan 45,6 miliar Won.
Saat 456 kontestan yang ketakutan mempertaruhkan hidup mereka dalam pertempuran sengit untuk bertahan hidup, penonton akan dibiarkan bertanya-tanya siapa yang mengatur permainan skala besar ini dengan taruhan nyawa.
3. Terinspirasi dari komik tahun 2008

Drama Squid Game disutradarai oleh Hwang Dong Hyuk, yang diketahui telah mengerjakan berbagai jenis genre film, seperti The Fortress, Miss Granny dan Silenced.
Hwang Dong menjelaskan bahwa dia pertama kali mendapatkan ide serial Squid Game pada tahun 2008 saat membaca buku komik tentang sekelompok orang yang telah jatuh ke dalam permainan ekstrem.
“Saya ingin membuat drama survival yang paling Korea," kata dia seperti dikutip dari laman Soompi, Selasa, 14 September 2021..
Permainan dalam Squid Game adalah permainan umum yang dimainkan kebanyakan orang Korea di masa kecil, namun di drama ini diberi twist yang fatal.
“Saya ingin menciptakan rasa hubungan antara permainan nostalgia yang kami mainkan di masa kecil kami dan rasa kompetisi tanpa akhir yang dirasakan orang dewasa modern. Ada ironi dalam ingatan kita yang paling indah dan polos yang diubah menjadi kenyataan yang paling mengerikan," ucap Hwang Dong.
