7 Fakta Menarik Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
- Tangkapan Layar
3. Membahas Isu Sensitif
Edwin menjelaskan bahwa toxic masculinity adalah fokus utama dalam penggarapan film ini. Ia mengaku bahwa tumbuh besar dala masa kejayaan rezim militer dan tahu mitos tentang herorisme serta kejantanan dari seorang laki-laki. Ia menerangkan bahwa toxic masculinity memaksa laki-laki supaya tidak terlihat lemah ketimbang laki-laki yang lain. Ia beranggapan bahwa hal tersebut masih terjadi di Indonesia saat ini.
4. Proses yang Cukup Lama
Tahun 2016, Edwin sang sutradara tertarik untuk menggarap novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas untuk menjadi sebuah film. Garapan ini menjadi salah satu proyek awal dari Palari Film dan kemudian produksi dimulai sejak tahun 2019.
Tapi, awal tahun 2020, pandemi Covid-19 yang menyerang dunia, termasuk Indonesia, tidak bisa diindahkan dan seluruh tim memilih untuk menghentikan proses produksinya. Walaupun demikian, di tahun yang sama, tim memilih untuk melanjutkan proses produksi film dengan protokol yang ketat.
5. Tayang Lagi di Toronto International Festival Film
Sesudah tayang dan meraih penghargaan bergengsi di Eropa, film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sudah tayang sejak 9-18 September di Amerika Serikat dalam Contemporary World Cinema, Toronto International Film Festival 2021. Festival ini adalah festival bergengsi yang jadi tolak ukur dalam sebuah film untuk memperoleh gelar Oscar.
6. Mengusung Latar Tahun 80-an
Fakta menarik film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas adalah mengusung latar tahun 1980-an. Dia menghalalkan berbagai cara guna menghasilkan estetika sinema yang sesuai dengan tahun tersebut, salah satunya adalah dengan pemakaian pita seluloid. Tapi, pita ini dikenal dengan harganya yang cukup mahal ketimbang dengan medium digital. Bahkan, di Indonesia sendiri tidak ada laboratorium dan distributor pita film 16mm.
7. Diisi oleh Bintang Film Veteran
Fakta menarik film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini dipenuhi oleh para aktor dan aktris papan atas yang mempunyai pengelaman luar biasa mengenai akting. Mereka terdiri atas Christine Hakim, Ayu Laksmi, Kiki Narendra, Yudi Ahmad Tajudin, Eduwart Manalu, Lukman Sardi, serta Cecep Arif Rahman.
