5 Film Indonesia yang Raih Penghargaan Internasional

Ilustrasi bioskop/menonton film.
Sumber :
  • Freepik/freepik

Suatu hari Yuni dilamar oleh seorang pria yang tidak dikenali. Lalu lamaran kedua pun datang, Yuni masih menolak dan lebih mementingkan untuk menggapai cita-citanya.

img_title Dari Impersonator ke Kursi Sutradara: Perjalanan Karier Kristo Immanuel

Film Yuni mendapatkan beberapa nominasi dan penghargaan di festival film internasional, seperti penghargaan Young Cineastes Award di Palm Springs International Film Festival.

Yuni juga tayang di Toronto International Film Festival dan menjadi perwakilan Indonesia untuk seleksi Oscar pada 2022.

img_title Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih 3 Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

4. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Photo :
  • Instagram @sepertidendamfilm
img_title Tinggal Meninggal Resmi Tayang di Seluruh Bioskop 14 Agustus 2025

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash) merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Eka Kurniawan.

Film ini bercerita tentang Ajo Kawir seorang jagoan yang tidak takut mati. Namun saat berhadapan dengan seorang petarung perempuan bernama Iteung, Ajo babak belur dan ia jatuh cinta.

Film yang membawa suasana era 80-an yang unik ini membuatnya memenangkan penghargaan Golden Leopard di Locarno Film Festival tahun 2021.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas juga masuk ke dalam official selection dari beberapa festival film internasional, seperti Toronto International Film Festival, FilmFest Hamburg, Busan International Film Festival, BFI London Film Festival, Vienna International Film Festival, dan Tokyo International Film Festival.

5. Laut Memanggilku (2021)

Ilustrasi istana berada di tengah lautan.

Photo :
  • U-Report

Laut Memanggilku merupakan film pendek yang dirilis pada tahun 2021. Film yang disutradarai dan ditulis oleh Tumpal Tampubolon ini bercerita tentang seorang anak nelayan bernama Sura yang hidup sebatang kara.

Suatu hari, ia menemukan boneka di pinggir laut. Sura lalu menggunakan boneka itu sebagai pengganti ibu untuk menemani kesehariannya.

Film yang diperankan oleh Muhammad Umar dan Dikky Takiyudin ini berhasil menyentuh hati penontonnya dan memenangkan penghargaan di Busan International Film Festival, yakni Sonje Awards yang merupakan penghargaan terbaik untuk kategori film pendek.

Ilustrasi generasi muda di industri perfilman

JMFF 2026 Dibuka, Industri Film Indonesia Didorong Naik Kelas ke Level Global

Festival film tahunan kembali berlangsung di Jakarta dengan melibatkan peserta dari sejumlah daerah di Jawa dan Bali. Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini

img_title
VoxPop.co.id
12 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut