Disney Banjir Kritik Gara-gara Pahlawan Israel yang Digambarkan Anti Palestina

Pahlawan super dari Israel bernama Sabra
Sumber :
  • Neewsweek

VoxPop Showbiz  –  Serangan Israel ke tanah Palestina, terus menuai kecaman keras dari berbagai masyarakat di belahan negara. Di tengah kegeraman publik terhadap kekejian Zionis Israel, publik kembali dibuat geram dengan Disney yang mengumumkan karakter baru yang bergabung dengan Marvel Cinematic Universe. 

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Ya, pada pameran D23 tahun lalu, Disney sudah mengumumkan pahlawan super dari Israel bernama Sabra. Ramainya kabar tersebut membuat publik ramai-ramai menyerukan untuk memboikot Disney dan Marvel belakangan ini. 

Seorang profesor di Fakultas Seni dan Sains di Case Western Reserve University di Cleveland, Deepak Sarma, mengungkap bahwa karakter Sabra, ketika disandingkan dengan Captain America, pasti akan memperkuat ideologi dan keyakinan nasionalis dan politik, dan secara tidak sengaja dapat memperburuk ketegangan di Timur Tengah, demikian melansir laman Newsweek. 

img_title Massive Attack Ungkap Kronologi Usai Ditahan di Singapura karena Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser

Lantas siapa Sabra? 

img_title Band Inggris Ini Dicekal Masuk Lagi ke Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

Sabra pertama kali muncul di The Incredible Hulk pada tahun 1980. Seorang mutan dengan kekuatan dan kecepatan yang ditingkatkan, karakter tersebut juga merupakan agen Mossad, dinas rahasia Israel di kehidupan nyata. Nama aslinya adalah Ruth Bat-Seraph, sedangkan nama sandi Sabra yang berarti seseorang yang lahir di Israel. 

Di Captain America: New World Order, Sabra akan diperankan oleh Shira Haas. Aktris Israel berusia 28 tahun ini terkenal karena berperan sebagai Esther Shapiro dalam mini-seri Netflix Unorthodox, yang berfokus pada seorang wanita Yahudi Hasid yang pindah ke luar negeri untuk menghindari perjodohan.

Sabra awalnya dibayangkan sebagai rekan Israel dari Captain America, dan di edisi awal, pahlawan super itu digambarkan mengenakan bodysuit putih berhiaskan bintang biru David. Dia terlatih bisa melakukan pertarungan dengan tangan kosong dan memiliki kekuatan untuk membantu orang lain pulih lebih cepat.

“Tentu saja Sabra akan dianggap ofensif oleh warga Palestina, Arab, Muslim dan pendukungnya mengingat kompleksitas kebangsaan dan nasionalisme di Timur Tengah. Tetapi konflik yang terjadi saat ini meningkatkan ketegangan secara signifikan,” kata kata Sarma.

Eliza Jane Schneider, artis sulih suara dan aktivis yang proyek Kebebasan Berbicaranya menyuarakan pendapat dari berbagai latar belakang, setuju dengan pendapat ahli tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut