Dea Panendra ‘Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak‘ Ungkap Aktor itu Memanusiakan Manusia

Program Perempuan Dalam Film menghadirkan para pembuat film dengan latar belakan
Sumber :
  • ist

JAKARTA – Setelah sukses menggelar program Perempuan Dalam Film di Kota Surabaya. Program ini kembali hadir di kota Denpasar. Dengan demikian Denpasar menjadi kota kedua dari rangkaian program Perempuan Dalam Film. 

img_title Perempuan di Ciamis Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI, Apa Motifnya?

Berlokasi di Prama Sanur Beach Hotel Bali, acara ‘Perempuan Dalam Film’ yang digagas Wahana Edukasi ini menghadirkan para pembuat film dengan latar belakang yang beragam, mulai dari Dea Panendra (Aktor Perempuan di ‘Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak’, ‘Penyalin Cahaya’, ‘Mohon Doa Restu’).

Dita Gambiro (Production Designer ‘Like & Share’, ‘Budi Pekerti’, ‘Jatuh Cinta Seperti di Film-Film’) dan Cassandra Cameron (Penulis Skenario ‘Saiyo Sakato’, ‘Mohon Doa Restu’) untuk berdiskusi bersama mengenai peran, suara, dan dampak kehadiran perempuan dalam film. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Pertarungan Sengit 2 Jam 45 Menit, Isaac Becroft Sabet Gelar Juara M-15 Bali

“Bali selalu memiliki atraksinya tersendiri bagi sineas lokal maupun mancanegara. Akan sangat besar potensi yang bisa kita gali bersama jika perempuan Bali aktif ikut serta berperan dalam ekosistem perfilman Indonesia,” ujar Orchida Ramadhania selaku Direktur Program dari Perempuan Dalam Film.

img_title Kawal Kasus Main Hakim Sendiri di Tabanan, KemenHAM Dorong Penyelesaian Konflik Berbasis Prinsip HAM

Program ini diketahui juga didukung oleh Direktorat Perfilman, Musik, dan Media; Direktorat Jenderal Kebudayaan; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek), ini merupakan sebagai salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mewujudkan perbaikan ekosistem perfilman di Indonesia. 

Turut hadir juga perwakilan dari Pamong Budaya Perfilman di Direktorat Perfilman, Musik dan Media yaitu Marlina Machfud yang membuka ruang diskusi soal perempuan dalam film dan bagaimana upaya pemerintah untuk terus mendukung perempuan berkarya lewat serangkaian program yang disusun.

"Dalam beberapa tahun terakhir, persentase peserta dalam program Indonesiana Film masih didominasi laki-laki, namun mulai tahun 2023 jumlah peserta perempuan naik sampai dengan 49%, Peran perempuan dalam 3 tahun terakhir juga semakin signifikan dan mereka punya kemauan untuk meningkatkan keahlian mereka di bidangnya masing-masing,” ujar Marlina.

Bali sebagai salah salah satu daerah dengan potensi perfilman yang tinggi juga menjadi salah satu alasan Perempuan Dalam Film hadir di Denpasar. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah peserta dari berbagai macam latar belakang, mulai dari komunitas film, mahasiswa/i jurusan film, hingga kelompok perempuan di Bali. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut