Drama Queen Woo 19+ Ji Chang Wook Tuai Kontroversi Akibat Terlalu Banyak Adegan Dewasa
- Berbagai Sumber
Korea Selatan, VoxPop – Drama Korea (drakor) terbaru berjudul Queen Woo yang dibintangi oleh aktor Ji Chang Wook mendapat banyak kritikan keras dari penonton sejak penayangan perdananya pada 29 Agustus 2024.
Drama sejarah ini adalah produksi pertama dari TVING yang membawa label 19+, namun justru menuai kontroversi karena dianggap terlalu berfokus pada adegan dewasa dan unsur seksual yang eksplisit. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Ji Chang Wook di drama Queen Woo
- KBIZoom
Sejak empat episode pertamanya, berbagai media Korea dan kritikus menyoroti konten yang dianggap kurang relevan dengan alur cerita. Ten Asia menuliskan bahwa Queen Woo lebih banyak menampilkan "adegan seks eksplisit, hubungan sesama jenis, dan penampakan bagian tubuh yang terbuka" dibandingkan fokus pada pengembangan cerita, seperti dilansir dari KBIZoom.
Meskipun drama ini memiliki aktor dan aktris terkenal seperti Jeon Jong-seo, Kim Mu Yeol, Jung Yu-mi, dan tentu saja Ji Chang Wook, drama ini dianggap gagal memenuhi harapan banyak penonton.
Drama Korea Queen Woo
- Berbagai Sumber
Dalam drama ini, Jeon Jong-seo memerankan tokoh utama, Ratu Woo Hee dari Goguryeo. Setelah raja meninggal, Ratu Woo berusaha mencari dan memilih raja baru untuk menempatkannya di takhta demi menjaga posisinya sebagai ratu. Karakternya seharusnya menggambarkan sosok pemimpin wanita yang kuat dan tangguh.
Namun, alih-alih memperlihatkan perkembangan karakter yang berkesan, Queen Woo malah lebih banyak menghadirkan adegan di kamar tidur, yang dinilai mengalihkan fokus dari kekuatan karakter ratu.
Media Korea berpendapat bahwa jika drama ini lebih fokus pada sisi kepemimpinan dan perjuangan Ratu Woo, maka drama ini bisa menjadi drama sejarah yang revolusioner dan berbasis pada karakter perempuan yang kuat. Sayangnya, sebagian besar perhatian penonton teralihkan oleh adegan dewasa yang dianggap berlebihan.
Aktris Jung Yu-mi, yang juga membintangi drama ini, sempat menyampaikan perasaannya tentang tekanan yang ia rasakan terkait adegan intim sesama jenis yang harus ia mainkan. Meskipun merasa tertekan, ia meyakini bahwa adegan-adegan tersebut penting untuk membangun cerita. Namun, beberapa kritikus merasa bahwa adegan-adegan tersebut terlalu berlebihan dan tidak sepenuhnya mendukung alur utama cerita.
