5 Fakta Film Pabrik Gula yang Dihujat Netizen Gegara Poster Vulgar
Jakarta, VoxPop – Film Pabrik Gula tengah menuai sorotan publik setelah merilis poster perdananya. Film horor yang dibintangi oleh Arani Yasiz, Ersya Aurelia, Erika Carlina, hingga Benedictus Siregar ini dijadwalkan tayang pada tahun ini. Film yang diproduksi oleh MD Pictures tersebut sudah memulai proses produksi pada akhir Oktober 2024.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah 5 fakta tentang film Pabrik Gula yang akan menyuguhkan cerita horor dengan sentuhan budaya lokal.
Diadaptasi dari thread viral
Film Pabrik Gula ini diadaptasi dari thread Simpleman yang viral di media sosial. Menurut Manoj Punjabi selaku produser, kisah tentang misteri pabrik gula sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia karena banyak YouTuber atau konten kreator yang juga sudah menelusuri kengerian beberapa pabrik gula di daerah-daerah.
Film Pabrik Gula menceritakan kisah buruh musiman di sebuah pabrik gula, termasuk Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky. Setiap musim panen, pabrik gula mempekerjakan warga desa sekitar untuk mempercepat proses penggilingan tebu.
Awalnya, semuanya berjalan seperti biasa tanpa ada keanehan, hingga suatu malam Endah terbangun dan mengikuti sosok misterius di luar tempat ia menginap. Kejadian tersebut menjadi awal dari serangkaian teror yang menghantui para buruh.
Teror itu meliputi kecelakaan kerja tragis yang merenggut nyawa seorang buruh hingga kematian mengenaskan lainnya di sebuah sumur belakang pabrik. Lambat laun, terungkap bahwa pabrik tersebut berbatasan dengan wilayah kerajaan demit, dan kemarahan para demit kini menuntut korban jiwa dari para buruh.
Kisah yang melegenda di kalangan masyarakat
Pabrik gula tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dalam thread yang viral di media sosial itu, tidak sedikit netizen yang membahas soal kengerian sejumlah pabrik gula yang berada di kota asal mereka. Oleh karena itu, film Pabrik Gula ini menghadirkan cerita horor yang membahas tentang industri tradisional Indonesia. FIlm ini akan memadukan elemen mistis yang menegangkan dan menjadi salah satu project yang besar di tahun 2025.
Dikritik akibat poster teaser yang vulgar
