Usai Tayang Perdana di Balinale 2025, Film Midnight In Bali dan Way Back Home Bakal Menggebrak Sinema Indonesia
- VoxPop/ Maha Liarosh/ Bali
Di film ini, kata Imelda, ide ceritanya tentang kisah suku Dayak dari Kalimantan Timur, bagian dari Indonesia yang tak banyak disorot.
"Saya juga melihat ide cerita yang positif dan dalam, yaitu tentang hubungan keluarga. Bagaimana kita bisa melepaskan kepahitan masa lalu, memaafkan, dan melupakan demi masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Selama proses syuting film Buen berlangsung, Imelda, mengaku banyak menemukan oengalaman.
"Kami syuting tepat di daerah Penajam, di daerah 0 KM IKN, di Kalimantan Timur. Syuting dilakukan sebelum ide IKN ada. Kami syuting di pedalaman suku Dayak saat puasa Ramadan," jelasnya.
Saat itu, lanjutnya, infrastruktur juga sangat terbatas. Ia dan kru harus naik perahu selama 12 jam untuk mencapai suku Dayak, tepatnya di Mahakam Ulu.
"Kebutuhan pokok seperti air bersih pun sulit didapat karena air berwarna coklat dari sungai. Saya ingat, harus mandi menggunakan air botol kemasan mineral. Koneksi internet juga hampir tak ada," jelasnya.
Tidak hanya itu, masa COVID-19 setelah itu, serta kendala lain juga turut memperlambat proses pascaproduksi.
Usai tayang perdana di Balinale ke-18 tahun 2025, kedua film layar lebar karya anak bangsa itu diharapkan mampu menjadi rujukan penikmat sinema di Indonesia.
Laporan: Maha Liarosh/ Bali
