Cerita Mandra Ngelawak Bareng Alm Benyamin Sueb Kaku Gak Bisa Ngelucu
- VoxPop/Aiz Budhi
Suatu ketika, lanjut Mandra, almarhum memintanya untuk keluar dari aturan lantaran bingung jika melawak tak boleh suara keras. “’Lu kira kira bernai ga, kita lawan aja’ , Alhamrhum ngomong begitu.”
“Gue bilang, tapi bareng ya, gue berani dah,” lanjut Mandra bercerita.
Hingga akhirnya Mandra meminta Benyamin Sueb untuk bicara duluan. Saat mulai mengeluarkan suara keras, mata para ajudan Ibu Tin, kata Mandra langsuung melotot. “Kita berdua-dua sama Almarhum takut. Yang badannya pada gede-gede pada melotot. Itu gue berdua sama Almarhum langsung nunduk.”
Mandra dan Almarhun Benyamin Sueb terus mencari akal, bagaimana caranya agar lawakannya di atas panggung tetap cair dan tak kaku. Keduanya pun memutuskan menyanyikan lagu Ondel-ondel. Namun, Almarhum Benyamin meminta Mandra menyodorkan mic ke hadapan Ibu Tin agar ikut bernyanyi. “Disuruh sama Almarhum mic disodorin ke Bu Tin, la ogah,” kenang Mandra.
Namun ketika itu, penampilan keduanya disambut baik oleh Ibu Tin. Ibu Tin bangun dari tempat duduknya dan ikut bernyanyi. “Nah dari situ suasana cair, yang ajudan melotot bodo amat. Cuma gue mikirin tar gue pulang diborgol,” kenang Mandra sambil tertawa.
Bagi Mandra, pengalaman itu bersama Almarhum Benyamin Sueb tak akan dia lupakan. “Artinya punya pengalaman itu di panggung beda.”
Bagi Mandra, Almarhum Benyamin Sueb bukan cuma sekadar tokoh Betawi. Tapi juga bagian dari teman, sahabat, guru, orang tua. “Nama dia gak bisa digantiin, dia bukan cuma sekadar tokoh Betawi,” kata Mandra.
