Menang di Pengadilan, Stephen Chow Gak Perlu Bayar Rp127 M ke Mantan
- todayonline
VoxPop – Pengadilan Tinggi Hong Kong telah memihak Stephen Chow dalam perseteruan hukum delapan tahun dengan mantan kekasihnya yang menuntutnya sebesar HK$70 juta (Rp127,8 miliar) dalam komisi investasi.
Alice Yu Man Fung membawa bintang Shaolin Soccer ke pengadilan dua tahun setelah mereka putus pada 2010, dan mengklaim bahwa mereka telah membuat kesepakatan lisan sekitar Natal 2002 agar Chow membayarnya 10 persen bagian dari keuntungan bersih atas semua investasi yang dia rekomendasikan.
Klaimnya mencakup rumah mewah Chow saat ini di Path on The Peak, 12 Pollock, salah satu dari empat rumah yang ia kembangkan setelah memperoleh lahan tersebut, senilai HK$911 juta (Rp1,6 triliun) pada Desember 2011, serta tiga properti dalam pembangunan di Tai Po yang dikenal sebagai The Beverly Hills dan investasi pada dana ekuitas swasta.
Dilansir dari laman The Star, Senin, 28 Desember 2020, dalam dokumen pengadilan, Chow tidak membantah adanya tawaran untuk membagi keuntungan, namun mengatakan itu hanya hadiah berupa uang yang dibuat karena cinta. saat mereka mengobrol sambil minum segelas wine di balkon rumahnya di The Peak suatu malam setelah makan malam pada tahun 2002.
Chow membayar Yu HK$19,5 juta (Rp35,6 miliar) atas permintaannya dari 2007 sampai 2011, dan HK$10 juta (Rp18,2 miliar) lagi pada Februari 2012, sebelum sang mantan mengajukan tuntutan hukum. Tetapi ada perselisihan mengenai apakah pembayaran tersebut dilakukan sesuai dengan perjanjian yang mengikat secara hukum, atau sesuai dengan janji hadiah.
Klik halaman selanjutnya untuk mengetahui detail lengkapnya.
Mantan kekasih Stephen Chow sendiri adalah putri mendiang Yu Ching Po, seorang pengusaha terkenal dan sukses yang mendirikan Hong Kong Construction (Holdings).
Pada hari Rabu 23 Desember 2020, hakim membuka keputusan 140 halamannya dengan pepatah, "Perjanjian lisan tidak sebanding dengan kertas yang tertulis di atasnya."
Hakim menerima bahwa ada pembahasan tentang pembagian keuntungan, tetapi hal itu dilakukan sehubungan dengan hadiah dan bukan perjanjian lisan, karena ia menemukan tidak ada niat untuk menjalin hubungan hukum, seperti yang dikemukakan oleh pengaturan kasual dan bahasa yang tidak tepat.
