Chrissy Teigen Tutup Akun Twitter, Terlalu Banyak Hal Negatif
- Instagram Chrissy Teigen
VoxPop – Super model, Chrissy Teigen cukup dikenal dan populer di sosial media. Ia kerap menyuarakan tentang nilai positif tubuh (body positivity). Dia, juga dikenal sebagai sosok yang jenaka bahkan sering kali membuat pertengkaran-pertengkaran yang menuai sorotan.
Chrissy Teigen dikenal karena comeback Twitternya yang jenaka, dan memiliki beberapa pertengkaran warna-warni yang menjadi tren di platform - termasuk dengan mantan Presiden AS Donald Trump, yang sering kali ia kritik dengan bahasa-bahasa kasar hingga presiden mencapnya sebagai "istri bermulut kotor".
Sebelumnya, pada tahun lalu model ini menggunakan Twitter di antara platform sosial lainnya hanya untuk mengumumkan bahwa dia dan suaminya, John Legend, telah kehilangan anak mereka setelah mengalami komplikasi kehamilan.
Keterbukaan pasangan itu kepada publik dipuji oleh banyak orang bahkan oleh tenaga medis profesional. Tetapi, ternyata tidak semua tanggapan terhadap pengumuman yang ia bagikan di media sosial itu akan selalu baik atau mendapat respon positif dari berbagai pihak. Tentunya akan ada saja komentar-komentar yang menyakitkan hati.
Semenjak itu, model dan bintang televisi yang memiliki lebih dari 13,7 juta pengikut tersebut mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan media sosial Twitter dalam serangkaian tweet pada hari Rabu 24 Maret 2021. Apa alasan Chrissy Teigen menghapus Twitternya? Simak selengkapnya di halaman berikutnya.
Chrissy Teigen telah menghapus akun Twitter-nya, mengatakan bahwa platform media sosial tersebut telah mulai memberinya dampak yang negatif.
"Hei. Selama lebih dari 10 tahun, kalian telah menjadi duniaku. Sejujurnya aku berhutang banyak pada dunia yang telah kita ciptakan di sini. Aku benar-benar menganggap begitu banyak dari kalian teman-temanku yang sebenarnya," tulisnya pada akun twitter @ChrissyTeigen yang kini telah menghilang.
"Tapi sudah waktunya bagi saya untuk mengucapkan selamat tinggal. Ini tidak lagi membantu saya memberikan nilai positif karena hal itu melayani saya secara negatif, dan saya pikir inilah waktu yang tepat untuk meninggalkannya."
Twitter yang dianggapnya akan selalu menjadi hiburan dan nilai positif baginya namun ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Dampak yang ia rasakan mulai tidak baik sehingga dia harus meninggalkan sosial media tersebut demi kebaikannya dan semua pengikutnya.
