Apa Agama Ki Nartosabdo Murid Ki Manteb Sudharsono, Ini Profilnya

Ki Nartosabdo
Sumber :
  • Tangkapan Layar

VoxPop – Berikut ini akan dijelaskan perjalanan hidup dan agama Ki Nartosabdo serta profil lengkapnya.  

img_title Ketika Esports Melestarikan Warisan Budaya Wayang Indonesia

Wayang merupakan seni pertunjukan asli Indonesia yang sudah berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu, pertunjukan seni wayang juga cukup popular di beberapa daerah seperti Sumatra dan Semenanjung Malaya. Di beberapa daerah tersebut juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.

Kini, kesenian wayang telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Bahkan, setiap tanggal 7 November diperingati sebagai Hari Wayang sedunia.

img_title Peringati Hari Wayang Nasional, PDIP Hadirkan Lakon Pemimpin Fasis dan Zalim; Prabu Boko

Berbicara wayang, kita pasti sering mendengar sosok Ki Nartosabdo. Dia tak lain adalah guru dari “Dalang Setan” Ki Manteb Sudharsono yang dikabarkan meninggal hari Jumat 02 Juli 2021.

Lalu, apa agama Ki Nartosabdo?

img_title Youtuber Ghost Ranger Bangkitkan Mitos Wayang Kulit Manusia: Mistis Tapi Estetik

Perjalanan hidup

Dalang kelahiran Klaten ini memang telah menjadi maestro wayang dan musik tradisional di Jawa Tengah. Bahkan, sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Beliau pernah mengenyam Pendidikan sampai kelas 5 SD di Standaard School Muhammadiyah. Meskipun putus sekolah, bakat seninya terus bertumbuh. Ketika usia 11 tahun Ki Nartosabdo sudah mampu memainkan rebab, gendang, dan gender.

Selain itu, ia juga pernah menjadi pelukis, dan juga pemain keroncong Sinar Purnama. Bakat seninya terus berkembang ketika ia melanjutkan sekolah di Lembaga Pendidikan Katolik yang kemudian dilanjutkan ke Akademi Seni Karawitan Indonesia, Solo Jawa Tengah.

Seiring berjalannya waktu, ia berkenalan dengan Ki Sastrosabdo pendiri grup Wayang Orang Ngesti Pandowo. Di bawah bimbingannya, Ki Nartosabdo betul-betul ditempa dan diajarkan mengenai instrumen gendang dan mengenal dunia pewayangan.

Soal ilmu mendalang, Ki Nartosabdo lebih banyak belajar sendiri atau otodidak dan memilih Teknik terbaik dari beberapa dalang tersohor. Selama belajar, ia banyak berkenalan dengan dalang-dalang terkenal seperti Gitocarito dari Sukoharjo.

Tawaran mendalang pertama kali ia terima pada 28 April 1958 oleh Sukiman Kepala Studio RRI di Gedung PTIK, Jakarta. Sejak saat itu, beliau banyak mendapat tawaran tampil mendalang dari berbagai daerah seperti Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut