Kisah Tere Mualaf, Awalnya Penasaran dengan Yesus di Islam
- Instagram @teretorial
Proses yang tak mudah
Dari situ, pencipta lagu Aku Wanita itu seperti merasa mendapatkan cahaya hidayah, meski diakui Tere prosesnya tidak mudah.
"Saya sempat mengalami gegar kepercayaan karena stres. 'Hah, jadi selama ini saya mendapatkan informasi yang tidak valid. Itu juga membuat saya kaya protes. 'Kok bisa sih? Kenapa saya baru tahunya sekarang? Kenapa saya dapatnya di keluarga yang tidak Muslim?" kata dia.
Pada saat itu, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dalam benak Tere, sampai akhirnya dia sempat agnostik.
"Di satu sisi, saya melihat ajaran yang disampaikan dalam kitab suci ini adalah kebenaran. Sementara saya menyadari bahwa kitab suci yang saya yakini dahulu punya banyak black hole, karena mulai dari silsilah Yesus atau Nabi Isa AS aja ada kejanggalan. Terus juga ayat yang satu dengan yang lain ada beberapa yang kontradiktif," ungkap dia.
"Makanya ketika saya melihat perbandingannya yang sangat berbeda, itu sebenarnya saya di satu sisi sudah mulai melihat secara ilmiah, ini lebih bisa dipertanggungjawabkan," tambah dia.
Tere mengatakan, pertemuannya dengan Alquran pada saat itu akhirnya mampu menjawab pertanyaannya yang tidak terjawab sejak SMP bahwa Yesus itu Tuhan atau Nabi, dan itu sudah terjawab jelas.
"Dalam surat Maryam juga disampaikan bahwa Nabi Isa AS adalah hamba Allah. Jadi sudah sangat eksplanatif sekali Alquran itu menjelaskan," pungkas dia.
Mimpi
Artis Tere.
- Instagram @teretorial
Meski sudah mendapatkan banyak kebenaran, pada saat itu, hati Tere belum tergerak untuk memeluk Islam. Sampai akhirnya dia diberi kode keras lainnya oleh Allah SWT.
"Suatu ketika saya diizinkan Allah untuk merasakan tidur tapi kaya real gitu tidurnya. Dalam mimpi saya itu, saya merasa dalam sebuah tempat yang sangat sempit, gelap, sesak, saya me-refer itu apakah ini liang lahat ya, liang kubur. Yang jelas waktu itu sangat gelap kondisinya dan subhanallah dari kegelapan itu tiba-tiba muncul cahaya yang makin terang, makin terang dan cahaya itu bersuara," kata dia.
"Saya enggak ingat bahasanya apa, tapi yang bisa saya maknakan adalah kaya ada pertanyaan. Pertanyaannya itu, siapa Tuhanmu, siapa Nabimu? La Haula Wala Quwwata Illa Billah, Qadarullah Allah izinkan saya bangun dalam kondisi basah kuyup keringetan. Saya syok kaya berasa beneran habis mandi," sambung Tere.
