Siap Peringati 25 Tahun Album Tujuh, Kaka Slank Tampil PeDe dengan Gaya Rambut Baru

Kaka Slank
Sumber :
  • dok pri

Sebagai seorang ayah dengan tiga anak, Kaka secara rutin menjalani terapi PRP atau Platelet Rich Plasma untuk mendapatkan kepadatan, cakupan, dan kesehatan rambut serta kulit kepala. Karena sering mengunjungi Farmanina Aesthetic & Hair Clinic cabang Pantai Indah Kapuk, Kaka menyebut tempat tersebut seperti rumah kedua baginya.

img_title 4 Tips Merawat Kulit Kepala, Cara Sederhana Cegah Ketombe dan Bikin Rambut Lebih Sehat

Kaka Slank

Photo :
  • dok pri

"Klinik Farmanina seperti rumah kedua bagi saya. Setiap bulan, jika saya belum dihubungi oleh adminnya, saya merasa kangen. Mengapa saya belum dihubungi? Kapan saya akan melakukan terapi PRP? Seperti rumah bagiku. Jadi, sekarang ada tiga rumah bagi saya; satu di Cibubur, satu di Tebet, dan satu lagi di PIK (Farmanina)," ujar musisi kelahiran Jakarta pada tanggal 10 Maret 1974 itu.

img_title MU Menuju 5 Kemenangan Beruntun, Frank Ilett Siap Cukur Rambut Setelah 492 Hari

Sejak merilis album pertamanya bersama Slank pada tahun 1990, Kaka dikenal dengan gaya rambut gondrongnya. Setelah bertambah sekitar 30 tahun, Kaka mulai merasakan banyak perubahan pada rambutnya.

"Lima tahun terakhir, saya mulai sering memperhatikan penampilan saya. Saya merasakan perubahan yang signifikan. Saya menyadari bahwa garis rambut saya telah mundur. Ada perubahan pada wajah saya," katanya.

img_title Layanan Potong Rambut Gratis Bikin Korban Bencana Sumatra Ceria Lagi

Alasan tersebut juga menjadi alasan Kaka mengunjungi Farmanina Aesthetic & Hair Clinic. Di tempat tersebut, permasalahannya ditangani langsung oleh pemilik klinik, dr. Farmanina, M.Bio (AAM), dan para ahli lainnya.

"Terlepas dari apakah saya seorang entertainer atau bukan, saya berpikir bahwa merawat diri itu penting karena mempengaruhi kepercayaan diri. Jika kita merasa percaya diri, aura kita akan semakin baik," kata Kaka.

ilustrasi gagal jantung.

Mengenal LVAD, Alat Bantu Jantung Terkecil yang Buka Peluang Baru Pengobatan Gagal Jantung

Berdasarkan Global Burden of Disease (GBD) 2019, prevalensi gagal jantung di Indonesia mencapai sekitar 900-1.000 kasus per 100.000 penduduk, tingkat kematian 34,1 persen

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut