Fakta-fakta Dior Pecat Bella Hadid Karena Pro-Palestina dan Ganti Dengan Model Israel
- WION
VoxPop Showbiz – Jenama mewah Dior menghadapi kritik keras secara online setelah muncul laporan bahwa mereka telah memecat model Palestina-Amerika dan brand ambassador mereka Bella Hadid dan menggantinya dengan model Israel May Tager dalam kampanye iklan terbarunya.
"Boikot Dior" segera mulai menjadi tren di X (sebelumnya Twitter) dengan ribuan pengguna memposting rentetan pesan di platform tersebut.
Berita ini muncul sebulan setelah serangan terhadap Israel oleh Hamas di mana Yerusalem mengklaim lebih dari 1.400 orang tewas. Israel pun telah melancarkan serangan besar-besaran di Gaza.
Bella Hadid turun ke jalan untuk berdemo dukung Palestina.
- Instagram @bellahadid
Awal Mula Kontroversi
Berita ini awalnya dilaporkan oleh Yeni Safak dari Turki dan diambil oleh surat kabar lokal Israel. Tak lama kemudian, hal ini memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial yang menyatakan keprihatinan atas pemecatan Bella Hadid oleh Dior.
Sebuah surat kabar lokal Israel juga muncul untuk mengkonfirmasi berita tersebut. “Meskipun banyak perusahaan di seluruh dunia menahan diri untuk tidak mendukung Israel secara terbuka, merek internasional Dior telah memilih model Israel May Tager untuk memimpin kampanye mereka, peran yang sebelumnya dipegang oleh Bella Hadid, yang telah lama menjadi pendukung perjuangan Palestina dan kritikus vokal terhadap Israel,” tulis berita itu.
Bella Hadid Pro-Palestina
Supermodel ini memang terkenal cukup lantang meneriakkan dukungannya terhadap perjuangan Palestina dan kritiknya terhadap kebijakan Israel.
Sang ayah, Mohammed Hadid adalah muslim Palestina yang bekerja sebagai agen real estate sukses dan kaya di AS. Saat perang Hamas-Israel pecah pada Oktober ini, the Hadids semakin lantang menyuarakan dukungannya pada Palestina, melalui unggahan sosial media, turun ke jalan untuk demo, hingga pidato.
Dalam postingan Instagram baru-baru ini, ia membagikan pemikirannya mengenai konflik yang sedang berlangsung, dengan menyatakan, "Saya telah dikirimi ratusan ancaman pembunuhan setiap hari, nomor telepon saya bocor, dan keluarga saya merasa dalam bahaya. Namun saya tidak bisa bungkam lebih lama lagi. Ketakutan bukanlah suatu pilihan."
Hadid menekankan pentingnya berbicara menentang kekerasan dan ketidakadilan, dengan menyatakan, "Rakyat dan anak-anak Palestina, khususnya di Gaza, tidak bisa membiarkan kami diam. Kami tidak berani - mereka berani."
