Miss Jepang Kelahiran Ukraina Lepaskan Mahkotanya Gara-gara Isu Selingkuh dengan Pria Beristri
- Japan Today
Identitas sebagai warga Jepang tidak diakui
Miss Jepang, Karolina Shiino (tengah)
- American Post
Sebagai warga negara Jepang yang dinaturalisasi, Shiino mengatakan identitasnya adalah orang Jepang. Dalam pidato kemenangannya yang penuh air mata, dia mengatakan belum pernah diterima penuh sebagai orang Jepang. Namun kemenangan dalam kontes itu sebuah pembuktian ia diakui sebagai orang Jepang.
“Saya belum pernah diterima sebagai orang Jepang berkali-kali, namun saya dipenuhi dengan rasa syukur karena telah diakui sebagai orang Jepang saat ini,” ujarnya.
Namun penunjukannya memicu perdebatan mengenai apa yang dimaksud dengan identitas Jepang dan menimbulkan pandangan terpolarisasi di media sosial mengenai apakah latar belakangnya menjadikannya pemenang yang pantas.
Dalam persyaratan kontes itu tercantum bahwa pelamar yang memenuhi syarat harus memiliki kewarganegaraan Jepang, belum menikah, dan berusia antara 17 dan 26 tahun pada akhir tahun lamaran mereka. Dalam memilih pemenangnya, kontes ini mengatakan bahwa mereka menilai kandidat berdasarkan kekuatan batin, penampilan, dan tindakan mereka.
Shiino mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Kyodo News pada hari Kamis sebelum mengundurkan diri bahwa dia menyambut baik diskusi mengenai pemilihannya dan menghormati orang-orang yang menentang kemenangannya dengan alasan bahwa dia tidak cocok dengan citra Miss Jepang.
“Saya tidak merasa negatif terhadap cara berpikir seperti itu. Sebaliknya, saya percaya pandangan seperti itu memberikan kesempatan untuk melakukan refleksi,” katanya.
Miss Jepang pertama kali diadakan pada tahun 1950, meskipun inkarnasinya saat ini dimulai pada tahun 1967. Ini adalah acara domestik yang tidak mengirimkan pemenangnya untuk mewakili Jepang di kompetisi internasional.
Kontes kecantikan Jepang sebelumnya telah menjadi bahan perdebatan mengenai identitas termasuk pada tahun 2015, ketika kompetisi Miss Universe Jepang menobatkan Ariana Miyamoto, yang lahir dari ibu Jepang dan ayah Afrika-Amerika, sebagai pemenang pertama dari warisan campuran.
