Nagita Slavina Blak-blakan Soal Valuasi RANS: "Perusahaan Triliunan Rupiah Gak Nyicil!"
- Istimewa
“Ada juga robot trading, benar ada robot trading mau sponsorin ke Rans bola tapi uangnya seperak juga enggak masuk. Emang enggak ada,” kata Raffi.
“Berarti kita diselamatkan,” sahut Nagita.
Namun dari semua isu miring yang dialamatkan kepadanya. Isu dugaan pencucian uang pekan lalu yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP Nasional Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna yang paling parah. Apalagi dirinya disangkut pautkan dengan sejumlah tokoh. Termasuk mantan jenderal. Padahal dia sama sekali tidak pernah menerima uang sepeserpun dari mantan jenderal tersebut.
“Terus sekarang yang parah aku dibilang ada kasus pencucian uang, katanya disebut salah satu mantan jenderal. Tapi kan seperak pun aku enggak pernah pake uangnya. Yang ada seperak enggak. Dulu emang aku deket kayak ayah dan anak. Tapi seperak aja enggak ada sama sekali. Silahkan aja dicek. Setiap orang yang deket sama aku dikasusin. Itu tidak benar adanya,” kata dia.
Tak hanya itu saja, dalam isu dugaan pencucian uang yang disampaikan Hanifa juga menyeret nama putra bungsu presiden Jokowi. Raffi menjelaskan bahwa memang Kaesang membeli saham Rans Entertainment beberapa waktu lalu. Namun hal tersebut dianggap wajar, lantaran investasi.
“Disinyalir ada gratifikasi dengan orang istana. Mas Kaesang beliau memang membeli saham Rans, apa salahnya? Sebelum beliau jadi Ketum apa salahnya? Kan enggak salah. Dan dia memang meng-invest,” kata dia.
Selain itu, Raffi juga menyoroti tentang valuasi senilai ratusan miliar di perusahaan media digital miliknya, Rans Entertainment. Dijelaskan Nagita Slavina, valuasi itu seperti proyeksi sebuah perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.
“Valuasi itu berapa T, tapi valuasi itu kan coba deh digoogle bagaimana menghitung valuasi. Valuasi itu untuk 10 tahun ke depan. Namanya valuasi setiap perusahaan itu mengvaluasi. Misal fun race itu kita mau jual saham sekian persen nilai valuasinya misalnya Rp 100 ribu,” jelas Nagita.
“Rp 100 ribu itu akan dicapai 10 tahun ke depan. Kalau beli sekarang nanti bisa sampai value Rp 100 ribu. Itu masih nanti kayak proyeksi. Tiap perusahaan punya hitungannya sendiri,” sambung Nagita.
