5 Artis Ini Khawatirkan Kecanggihan AI, Benarkah Akan Mengancam Manusia?

Keira Knightley
Sumber :

Jakarta, VoxPop – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari teknologi sehari-hari hingga industri besar. Penggunaannya mencakup bidang seperti asisten virtual, analisis data medis, pengembangan kendaraan otonom, hingga otomatisasi di sektor manufaktur.

img_title AI Mulai Masuk Pasar Mobil Bekas, Apa Untungnya Buat Konsumen?

Manfaat AI sangat signifikan, termasuk peningkatan efisiensi, pengurangan kesalahan manusia, serta kemampuan untuk menganalisis data dalam skala besar dengan kecepatan tinggi.

Namun, di balik potensi tersebut, AI juga membawa dampak buruk yang perlu diperhatikan. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Xpeng Pamer Teknologi AI Lewat X9 dan G6 Pro AWD

Ketergantungan yang berlebihan dapat mengurangi lapangan kerja manusia, meningkatkan risiko bias algoritmik yang dapat memperkuat diskriminasi, hingga ancaman keamanan siber akibat penyalahgunaan teknologi.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Photo :
  • Dok. Istimewa
img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan regulasi dan pengawasan yang ketat agar dampaknya tetap positif dan berkelanjutan.

Sejumlah selebriti juga ikut mengkhawatirkan kecanggihan teknologi AI masa kini karena beberapa alasan.

Meskipun dapat membantu manusia mengerjakan hal secara efisien, namun ada saja kekurangan dari AI yang bisa terjadi.

Berikut ini adalah 5 artis yang khawatir terhadap penggunaan AI seperti dilansir dari berbagai sumber:

Dian Sastrowardoyo

Dian Sastrowardoyo

Photo :
  • IG @therealdisastr

Sebagai aktris yang sudah puluhan tahun berkutat di industri perfilman, Dian Satro mengaku khawatir dengan hadirnya AI yang dapat mengurangi kreatifitas atau cara berpikir manusia.

Menurutnya, penulis zaman sekarang rentan untuk bergantung pada teknologi seperti AI, khususnya ChatGPT, untuk menghasilkan ide-ide cerita hingga membuat naskah untuk sebuah film maupun pertunjukan.

"Saat kita ngumumin nominasi dan pemenang Penulis Cerita Panjang Terbaik, pembawa nominasinya yaitu Sekar Ayu Asmara, itu menekankan soal hal ini. Bagaimana penulis zaman sekarang amat sangat rentan untuk menggunakan AI, ChatGPT, atau sebagainya untuk men-generate sesuatu yang tadinya kita generate secara alami dari otak kita, karena jadi gampang banget. Kita kasih prompt keluar langsung," jelas Dian Sastrowardoyo.

"Kita kan jadi kayak menghentikan proses kreatif. Kalau ada ChatGPT buat aapa ada nominasi FFI?" tambahnya.

Melaney Ricardo

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut