Fans K-Pop Geruduk Kantor HYBE, Protes Penjualan Album yang Gak Ramah Lingkungan

Fans K-Pop geruduk kantor pusat HYBE di Seoul, Korea Selatan.
Sumber :
  • X @kpop4planet.

Seoul, VoxPop – Sekelompok penggemar K-pop berkumpul di depan kantor pusat HYBE, label boy grup BTS, di Seoul, Korea Selatan untuk mendorong praktik-praktik penjualan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dalam industri K-pop.

img_title Terungkap! Ini Alasan FIFA Pilih BTS Tampil di Halftime Show Final Piala Dunia 2026

Aksi kampanye 'Plastic Album Sins' dari Kpop4Planet ini menampilkan boneka yang melambangkan para penggemar yang terbebas dari taktik penjualan album. Praktik penjualan album dari HYBE ini dinilai telah menambah polusi plastik secara signifikan di planet bumi. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Perusahaan hiburan K-pop diduga menggunakan taktik ‘penjualan kotor', seperti menjual photocard secara acak, melakukan sistem undian untuk fansign, dan mengeluarkan beberapa versi album, yang mendorong penggemar melakukan pembelian secara massal. HYBE, perusahaan hiburan K-pop terkemuka dengan total aset 5.25 triliun Won Korea (atau setara Rp60 triliun), adalah salah satu perusahaan yang menggunakan taktik penjualan yang merugikan. 

img_title Foto Pemain Timnas Argentina Jadi Sorotan, Ada Apa?

Hybe Entertainment

Photo :
  • Koreaboo

Dalam laporan keberlanjutan 2023, terlepas dari ‘visi Hiburan yang Berkelanjutan’ HYBE, pada praktiknya menunjukkan peningkatan 77,9 persen penggunaan plastik untuk produksi album antara tahun 2022 sampai 2023. Selain itu, the Korea Institute of Corporate Governance and Sustainability (KCGS) menilai kinerja ESG HYBE memiliki nilai terendah dalam kategori lingkungan dibandingkan tiga perusahaan hiburan besar lainnya seperti SM, YG, dan JYP. 

img_title 10 Momen Artis Paling Epik di Final Piala Dunia 2026: Ronaldo Jadi Sopir Madonna Bikin Heboh!

"Dengan krisis iklim yang semakin memburuk, November 2024 nanti kota Busan di Korea Selatan akan menjadi tuan rumah dari perundingan penting yaitu negosiasi antar pemerintah atau Intergovernmental Negotiating Committee ke-lima (INC-5) untuk membahas dan menghasilkan perjanjian yang mengikat secara hukum internasional mengenai polusi plastik. Sangat miris, industri hiburan yang menjadi salah satu pendorong ekonomi Korea Selatan tetap mempraktikan penjualan yang meningkatkan volume sampah polusi plastik dan ikut menyumbang emisi di planet bumi,” kata Dayeon Lee, juru kampanye Kpop4Planet, dalam keterangannya, dikutip Rabu 4 September 2024.

"Industri K-pop tidak akan seperti sekarang ini tanpa penggemar, jadi kami berharap HYBE akan mendengarkan suara penggemar, dan kami tidak akan berhenti sampai kami mendengar jawaban HYBE atas tuntutan kami untuk mengakhiri taktik pemasaran album yang menyesatkan,” lanjut Lee.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut