Dongker Diperiksa di DCDC Pengadilan Musik atas Album Terbaru
- ist
"Kami berkolaborasi dengan 17 penulis untuk menginterpretasi 17 lagu di album Ceriwis Necis. Yang paling rumit adalah iterasi coding karena itu bukan hal yang umum. Oh iya, karya ini sudah kami rilis di 5 negara, dan lagu Bertaruh Pada Api menjadi gerbang kami untuk menjangkau pendengar yang lebih luas sejak kami merilis single itu," kata Arno.
Pengadilan Musik
- ist
Sejak merilis demo dan EP Upaya Memaki pada tahun 2019, Dongker tidak pernah absen dalam merilis lagu-lagu baru. Semua karya tersebut akhirnya terwujud dalam album penuh pertama mereka, Ceriwis Necis, yang dirilis pada Mei 2024. Album ini terdiri dari 17 lagu yang berhasil mendapat respon positif dari penggemar dan pecinta musik tanah air.
Tak hanya itu, sebulan setelah rilis, Dongker melanjutkan tur album Ceriwis Necis ke berbagai kota besar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, serta ke Malaysia, dengan tujuan untuk bertemu langsung dengan para penggemarnya. Tur ini terhitung sukses besar dan mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Menanggapi pertanyaan tentang langkah selanjutnya, Dongker mengungkapkan bahwa mereka tengah mempersiapkan perilisan piringan hitam sebagai bentuk kelulusan mereka sebagai musisi. Mereka berencana merilis sekitar 300 keping vinyl di awal tahun 2025 melalui Disaster Records. Menurut Delpi, perilisan vinyl merupakan simbol penghargaan dalam industri musik, serta kenangan yang dapat dinikmati oleh pendengar di masa depan.
"Di awal tahun 2025, kami akan merilis vinyl sekitar 300 keping bersama Disaster Records. Kami menganggap perilisan vinyl itu seperti ijazah bagi pelaku musik, dan sekaligus kenangan yang bisa dinikmati nanti. Semangat kami memang untuk merilis karya dalam berbagai medium," ungkap Delpi.
Dalam persidangan yang berlangsung di DCDC Pengadilan Musik ke-60 ini, Dongker tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mempersembahkan tiga lagu andalan mereka: Di Neraka, Tuhan di Reruntuh Kota, dan Bertaruh Pada Api, yang dibawakan langsung di depan warga DCDC yang hadir, baik di lokasi maupun yang menyaksikan melalui live streaming.
DCDC Pengadilan Musik adalah sebuah program yang bertujuan untuk mengkaji dan mengapresiasi karya-karya musisi Indonesia yang berkembang di industri musik tanah air. Konsep acara ini unik karena menggabungkan persidangan dengan nuansa santai, di mana canda tawa dari perangkat sidang seringkali mewarnai jalannya acara.
