Chikuputi Kembali Hadir dengan Lagu Penuh Kerinduan bagi Perantau Minang

Chikuputi
Sumber :
  • ist

Jakarta, VoxPop – Grup vokal keluarga Chikuputi kembali menyapa penggemarnya dengan sebuah karya yang menyentuh hati, terutama bagi perantau asal Minangkabau. Lagu terbaru mereka, Ka Bundo Kanduang*\, telah resmi dirilis dan langsung mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Dengan lirik yang menggugah emosi dan melodi yang khas, lagu ini menjadi pengingat bagi mereka yang merindukan kampung halaman dan kebersamaan yang telah lama ditinggalkan.

img_title Musik Indonesia Terus Berkembang, Apa yang Dibutuhkan Musisi Masa Kini?

Lagu Ka Bundo Kanduang mengisahkan perjalanan emosional seorang perantau yang harus meninggalkan kampung halaman demi menggapai impian. Scroll lebih lanjut ya.

Lirik yang dalam, seperti Ka marantau, mancaliak dunia laweh, Tingga kampuang, dilapeh jo tangih mandeh, menggambarkan dilema banyak perantau yang berada di negeri orang. Meski telah menetap di perantauan, kerinduan terhadap keluarga dan tanah kelahiran tetap membekas di hati mereka.

img_title Hal-hal Menarik dari Lagu Baru Raisa ‘Cahaya Hati’, Pakai Tujuh Alat Musik Tradisional hingga Sarat Makna

Pada bagian pre-chorus yang dinyanyikan oleh Kiara dan Shanum, Chikuputi menegaskan kecintaan mereka terhadap Minangkabau, meskipun tumbuh besar di rantau: Walau tumbuah gadang di rantau, Minang Kabau kami pantau! Sebuah pesan yang menegaskan bahwa hubungan dengan kampung halaman tak akan pernah terputus, tidak peduli sejauh mana seseorang merantau.

img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

Lagu ini juga mengajak para perantau untuk terus menjalin hubungan dengan sanak saudara serta mengenang berbagai kebiasaan yang hanya ditemukan di kampung halaman. Lirik seperti Lamak Ota Niniak Mamak di Surau Tuo, Mangkaji kamajuan Nagari ko menjadi pengingat bahwa budaya dan nilai-nilai luhur Minangkabau harus tetap dijaga dan diteruskan kepada generasi selanjutnya.

Yang menarik, Ka Bundo Kanduang hadir dalam aransemen pop rock tanpa instrumen etnik khas Minang. Pilihan ini bertujuan untuk memberikan nuansa modern yang lebih luas dan dapat menjangkau pendengar yang lebih beragam.

"Kalau biasanya lagu Minang identik dengan instrumen etnik yang khas, di lagu ini saya ingin bahasa menjadi satu-satunya unsur etnik dengan tujuan memperluas jangkauan dan audiens hingga ke pendengar luar negeri. Sebab seperti yang kita ketahui bersama, urang Minang tersebar di seluruh penjuru dunia," ungkap M Imam Teguh Ardian, yang untuk pertama kalinya turut bernyanyi dalam lagu ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut