Synchronize Mengumumkan Beberapa Lineup Synchronize Fest 2025
- Istimewa
32. TOXICDEV!
Toxicdev! adalah musisi eksperimental asal Medan yang dikenal dengan gaya musik hyperpop yang memadukan elemen dangdut, punk, dan estetika balapan jalanan. Setelah tumbuh besar di Taiwan dan terpapar budaya hip-hop Tiongkok, ia mulai membuat musik sejak 2017 dan aktif merilis karya-karya yang unik dan penuh energi. Salah satu kolaborasi terbarunya adalah single "Berdendang di Neraka" bersama band punk asal Bandung, Dongker, yang menggabungkan nuansa hyperpop, dangdut, dan punk dalam satu lagu yang menggambarkan suasana balapan malam di kota. Toxicdev! juga dikenal melalui lagu-lagu seperti "MAMA BILANG AKU SWAG", "Cinta&Balapan", dan "GOSSIPIN, GAYA AKU", yang mencerminkan eksplorasi musikalnya yang berani dan identitas lokal yang kuat.
33. WALI
Wali adalah grup musik pop Melayu asal Ciputat, Tangerang Selatan, yang dibentuk pada 31 Oktober 1999 oleh Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), dan Ovie (keyboard). Dengan lagu-lagu populer seperti "Cari Jodoh", "Dik", dan "Baik-Baik Sayang", Wali dikenal karena liriknya yang religius dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Album debut mereka, Orang Bilang (2008), menandai awal kesuksesan mereka di industri musik Indonesia. Selain aktif di dunia musik, Wali juga terlibat dalam sinetron religi Amanah Wali, yang semakin memperkuat citra mereka sebagai band dengan pesan moral yang kuat.
34. WHITE CHORUS
White Chorus adalah duo musik elektronik asal Bandung yang dibentuk pada 2019 oleh Clara Friska Adinda dan Emir Agung Mahendra. Mereka menggabungkan elemen lo-fi, trip-hop, dan pop dalam karya-karya mereka, menghasilkan suara yang atmosferik dan penuh emosi. Debut mereka dimulai dengan EP Happysad (2019), diikuti oleh album FASTFOOD (2021) dan LIMBO (2023), yang menunjukkan evolusi musikal mereka. White Chorus telah menerima nominasi di Anugerah Musik Indonesia untuk kategori Artis Elektronika Terbaik, dan terus aktif merilis karya, termasuk EP terbaru mereka do you guys wanna listen to some electro-pop music? (2024).
35. WIJAYA 80
Wijaya 80 adalah trio musik Indonesia yang terdiri dari Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe, dikenal karena mengusung nuansa pop retro khas era 1980-an. Mereka menarik perhatian publik melalui lagu "Terakhir Kali", yang viral di berbagai platform digital, memperkuat posisi Wijaya 80 sebagai pendatang baru yang menjanjikan dalam industri musik Indonesia.
