Creativepreneur Event Creator Berikan Inspirasi Bagi Kaum Milenial
- Creativepreneur
VoxPop – Sukses menggelar talkshow yang diselenggarakan di Yogyakarta, Creativepreneur Event Creator berhasil pula mengadakan acara yang sama di Denpasar, Bali. Sukses mendatangkan 1000 audiens, acara tersebut diisi oleh Gita Wirjawan, Putri Tanjung, Axton Salim, Anindya Bakrie, Deddy Corbuzier, dan Ernest Prakasa.
![]()
Dalam presentasinya, Gita Wirjawan menceritakan kisah awal kesuksesannya dengan meninggalkan mimpi sebagai musisi dan memilih menjadi seorang akuntan. “All of that because of my mom. All of that because I made decision to change,” ujarnya.
“The fundamental problem is not because we don’t want to change, or we cannot change, but because we made the decision not to change,” tambahnya.
Gita menitikberatkan pada perubahan, yang mana bagi sebagian besar orang sulit, terutama ketika kita sudah menikmati zona nyaman. Kesuksesan adalah hal yang tidak jauh dari sifat kepemimpinan. Ketika membahas leadership, pengusaha yang pernah menjadi Menteri Perdagangan pada Kabinet Bersatu II dari Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan kunci seorang pemimpin adalah empati, share values, trust, customer centricity, dan efficiency.
“It’s okay to make mistake but make sure not to make the same mistake twice,” tutup Gita dalam sesinya.
![]()
Pada sesi yang sama, Putri Tanjung juga mengisahkan niat awalnya untuk membangun Creativepreneur Event Creator. Bermula di bangku sekolah, ia diminta gurunya mengadakan acara buka puasa bersama. Sejak itu, ia aktif dalam berbagai organisasi di sekolah untuk mengadakan berbagai event seperti prom, birthday party, hingga diminta sekolah lain untuk mengadakan acara sekolah tersebut.
“Bisa dibilang nilai gue di sekolah biasa banget. Tapi, gue mencari apa yang gue suka, yaitu bikin event,” ungkapnya.
Ia pun mulai menemukan titik terang di mana ia menyadari kesukaannya terhadap industri kreatif. Ia pun berinisiatif untuk mengikuti seminar-seminar entrepreneurship yang saat itu juga membuatnya gelisah begitu mengetahui semua seminar tersebut membosankan dan terkesan kaku. Akhirnya, terbersitlah ide untuk membuat seminar entrepreneurship yang dibalut dengan konsep menghibur namun inspiratif.
