Nekat Mudik, Tes Acak Arus Balik Akan Dioptimalkan

Petugas melakukan penyekatan terhadap pemudik yang pakai mobil.
Sumber :
  • tvOne/Teguh Sutrisno

VoxPop – Mobilisasi massa yang sifatnya masif dan dilakukan dalam kurun waktu bersamaan punya potensi sebagai tempat penularan dan lonjakan kasus COVID-19. Hal itu sudah beberapa kali dialami Indonesia dan sudah beberapa kali pula sudah diingatkan pemerintah agar selalu hati-hati saat memasuki libur panjang dan perjalanan.

img_title Arus Mudik dan Balik Lebaran 2 Tahun Terakhir Berjalan Lancar, Hal Ini Jadi Kuncinya

"Kami selalu berharap masyarakat bisa mengerti ya," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dalam Serba-Serbi COVID-19 Kenapa Baiknya #TidakMudik ?, Selasa (11/5).

Sayangnya sudah dilarang, kata Adita, masih saja banyak masyarakat yang memaksa untuk mudik. Pihaknya mencatat, khusus untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor sudah lebih 138 ribu kendaraan per hari keluar DKI Jakarta. Itu sebagian juga sudah diminta putar balik lagi.

img_title Pemudik Bilang Penerapan One Way dan Contraflow Bikin Arus Balik Lebaran Lancar Sampai Tujuan

"Masih ada beberapa hari lagi peniadaan mudik. Mudah-mudahan masih bisa menahan diri untuk tidak mudik," ujarnya.

Dia menekankan, dalam melaksanakan aturan peniadaan mudik pemerintah tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Sehingga ketika terjadi penumpukan yang sulit dikendalikan, kepolisian melakukan diskresi. Dengan harapan, di titik selanjutnya bisa dilakukan penyekatan. Karena penyekatan memang berlapis.

img_title Fatalitas Kecelakaan Turun 30 Persen, Kakorlantas: Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Terkendali

Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya dengan memperbanyak tes acak atau random testing Covid-19 kepada para pemudik.

"Kita juga akan melakukan random testing, sebagai upaya meminimalisasi potensi penularan di kampung halaman," ujarnya.

Kalaupun yang sudah sampai di kampung halaman, Adita meminta masyarakat melakukan karantina dan melakukan protokol kesehatan. Kalau bisa melakukan tes antigen mandiri. Jangan sampai pemudik membawa virus dan membahayakan keluarga yang ada di kampung halaman.
 
"Karena belum tentu daerah tersebut memiliki fasilitas kesehatan yang mencukupi. Indonesia ini luas sekali, bisa jadi daerah satu dengan yang lain fasilitas kesehatannya tidak sama," ujar Adita.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan kajian untuk memprediksi arus balik yakni H+3 dan H+7 Lebaran. Untuk mengantisipasi arus balik, Kementerian Perhubungan juga mengusulkan khusus untuk sepeda motor dan kendaraan pribadi untuk dilakukan random testing yang lebih banyak secara volume maupun titik-titik pengetesan. Dengan begitu, Adita berharap, ketika pemudik kembali ke Jakarta penyebaran COVID-19 bisa diminimalisasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut