Hoaks Omicron Terus Beredar, Masyarakat Harus Bijak Memilah Informasi

Ilustrasi/Kabar hoax
Sumber :
  • PeopleOnline

Sedangkan terkait isu hoaks PPKM, ditemukan sebanyak 49 isu pada 1250 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak juga pada Facebook sejumlah 1232 unggahan. Pemutusan akses dilakukan terhadap 1090 unggahan dan 160 lainnya tengah ditindaklanjuti.

img_title Menag Ajak Pemuda Masjid Dunia Tangkal Hoaks dan Kampanyekan RI Negara Damai

“Pada minggu ini, jika dilihat dari setiap topik hoaks terkait COVID-19, masih ada pertambahan isu dan angka sebaran yang melebihi angka dari minggu yang lalu,” papar Dedy.

Lebih rinci ia menjelaskan,“Namun secara keseluruhan, pada minggu ini total pertambahan hoaks tentang COVID-19, vaksinasi COVID-19, dan PPKM adalah sebanyak 17 isu di 74 unggahan media sosial.”

img_title Heboh Pocong Keliling Depok Datangi Rumah Warga Bikin Kesurupan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Angka ini sedikit lebih kecil dibandingkan minggu sebelumnya, di mana terdapat total pertambahan 18 isu di 88 unggahan media sosial.

Untuk perbandingan angka selengkapnya adalah sebagai berikut :

img_title Petani Bereaksi Keras! Feri Amsari Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Dugaan Penyebaran Hoaks dan Penghasutan

• Isu hoaks COVID-19 di minggu ini terdapat pertambahan sejumlah 10 isu dan 34 unggahan, sedangkan minggu sebelumnya, pertambahan yang ada adalah 11 isu dan 32 unggahan hoaks.
• Isu hoaks vaksinasi COVID-19, pada minggu ini bertambah 7 isu dan 13 unggahan hoaks. Di minggu sebelumnya, pertambahan isu ini adalah sebanyak 6 isu dan 27 unggahan.
• Sedangkan untuk hoaks PPKM tidak ada pertambahan isu minggu ini, namun terdapat pertambahan unggahan sebanyak 27 hoaks. Tercatat pada minggu lalu, adanya penambahan 1 isu dan 29 unggahan hoaks.

Dari 17 isu hoaks seputar COVID-19 yang beredar selama seminggu terakhir, ujar Dedy, terdapat beberapa contoh hoaks dan disinformasi yang perlu ditangkal bersama.

Pertama, pada 2 desember tersebar hoaks melalui sebuah gambar tangkapan layar pada situs WHO yang menunjukkan bahwa varian Omicron terdaftar pada November 2020 dan bukan varian COVID- 19 terbaru.

Kedua, pada 3 Desember beredar hoaks melalui sebuah video di media sosial yang mengklaim bahwa penyintas COVID-19 tidak perlu di vaksin karena memiliki kekebalan natural.

Ketiga, pada hari yang sama, telah beredar disinformasi di media sosial sebuah poster film berjudul The Omicron yang diklaim tayang pada tahun 1963.

Keempat, pada 4 Desember beredar disinformasi postingan di media sosial yang membagikan daftar dugaan gejala virus Corona varian Omicron dan menyiratkan bahwa gejala tersebut sebenarnya adalah komplikasi dari vaksin COVID-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut