INAVAC, Wujud Nyata Perguruan Tinggi Atasi Pandemi
- Kemendikbudristek
Dukungan Kemendikbudristek untuk Penelitian Berdampak ke Masyarakat
Sementara itu, upaya menyukseskan perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas ditempuh Kemendikbudristek dengan mengakselerasi pengembangan Vaksin INAVAC yang dikembangkan Universitas Airlangga. Untuk memaksimalkan kekebalan kelompok (herd immunity), Mendikbudristek Nadiem Makarim meminta mahasiswa untuk mengajak rekan lain mengikuti vaksinasi.
Nadiem juga mengimbau mahasiswa yang belum divaksinasi agar segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin.
“Bagi yang sudah divaksin, sebarkan pesan kepada sesama mahasiswa tentang pentingnya vaksin,” ucap Nadiem.
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), Nizam, mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Universitas Airlangga melalui Vaksin INAVAC.
“Ini karya anak bangsa melalui perguruan tinggi, di mana penelitian dan hasilnya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Nizam.
Ditjen Diktiristek, lanjut Nizam, selalu mendukung perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdaya guna bagi masyarakat di berbagai bidang, salah satunya bidang kesehatan.
“Diterbitkannya EUA bagi Vaksin INAVAC oleh Universitas Airlangga selain akan meningkatkan stok vaksin dalam negeri juga memberikan optimisme bahwa perguruan tinggi dan industri dalam negeri mampu mengembangkan vaksin sendiri. Semoga dengan vaksin ini, pandemi bisa kita lalui bersama,” ucap Nizam.
Nizam juga menegaskan bahwa Vaksin INAVAC merupakan bukti nyata kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
