Danau Singkarak, Cikal Bakal Sport Tourism Terbesar di Indonesia
- VoxPop/Andri Mardiansyah
Cikal Bakal TdS
Merefleksi kembali sejarah lahirnya Tour de Singkarak, tak lepas dari peran serta Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Sapta Nirwandar. Sapta yang pada saat itu melirik potensi besar destinasi wisata Danau Singkarak, kemudian mencanangkan sebuah event bertaraf internasional. Event tersebut diberi nama Sport Tourism Tour de Singkarak.
Selain objek wisata Danau Singkarak dapat dikenal lebih luas di kancah Dunia, Sapta Nirwandar kala itu juga berharap seluruh potensi objek wisata, mulai dari wisata alam, sejarah hingga kuliner yang ada di Sumatera Barat, dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama mancanegara.
Menurut Sapta, selain adanya peningkatan dari segi angka kunjungan wisatawan dan taraf perekonomian masyarakat Ranah Minang, tentu saja putaran uang di setiap etape Tour de Singkarak akan meningkat.
![]()
Penginapan, transportasi dan kuliner, merupakan beberapa dari sekian banyak peluang yang diyakini mampu meningkatkan pendapatan. Putaran uang di setiap peyelenggaraan TDS meningkat.
Dalam perjalanannya dari tahun ke tahun, Tour De Singkarak tidak hanya sebatas ajang balap sepeda semata. Namun juga sudah menjadi peranan yang cukup penting dalam mengenalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh Sumatera Barat.
Tour de Singkarak dari tahun ke tahun dianggap telah sukses dan sudah mampu membawa dampak positif. Bahkan, di tahun 2017 yang merupakan tahun ke-9 penyelenggaraan Tour De Singkarak, sedikitnya ada dua Provinsi yang mengirimkan utusan ke Sumatera Barat untuk belajar secara langsung tentang penyelenggaraan TDS yakni, Riau, Jambi dan Yogyakarta.
Ketiga Provinsi itu, tidak hanya belajar tentang event balap sepeda, namun belajar seperti apa pola Pemerintah Sumatera Barat mengemas promosi kepariwisataan dari sebuah event olah raga balap sepeda. Barulah kemudian, di tahun ke-11 penyelenggaraannya, Provinsi Jambi memastikan diri untuk ikut serta menjadi tuan rumah.
Etape Ketujuh yang mengambil rute Air terjun Berasap (Kayu Aro), Gunung Labu, Desa Bento, Pasar Siulak Deras, Semurup Taher, Hiang, dan dermaga Danau Kerinci. Serta Etape Kedelapan dengan rute Lapangan Merdeka (Sungai Penuh), Desa Debai, Sungai Ning, Tapan, Bukit Buai, Koto Panai, Kambang, Bukit Pulai, menjadi pilihan lokasi star dan finish yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi beserta Race Director TdS 2019.
